Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Diminta Setor Pendapatan Rp80 Miliar per Tahun, Ini Strategi Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor yang Baru

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 2 April 2026 | 16:31 WIB
Halal Bihalal direksi Perumda Tirta Pakuan bersama PWI Kota Bogor. Foto: Fikri/Radar Bogor
Halal Bihalal direksi Perumda Tirta Pakuan bersama PWI Kota Bogor. Foto: Fikri/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menargetkan setoran pendapatan ke PAD Kota Bogor hingga Rp80 miliar per tahun.

Target pendapatan Perumda Tirta Pakuan itu sama dengan 10 persen dari total aset perusahaan yang saat ini mencapai sekitar Rp800 miliar.

Direktur Pelayanan dan Bisnis Perumda Tirta Pakuan Bogor Muzakkir, mengatakan pihaknya optimistis target pendapatan tersebut dapat dicapai melalui sejumlah strategi yang tengah disiapkan direksi baru.

Baca Juga: Program Posyandu Digital Rp20 M Diprotes, Mahasiswa Minta Transparansi DPRD Kabupaten Bogor

“Targetnya adalah Rp80 miliar per tahun. Insya Allah, dengan adanya departemen baru ini, target tersebut bisa kita penuhi,” ujarnya dalam kegiatan halalbihalal bersama PWI Kota Bogor, Kamis, 2 April 2026.

Untuk mendongkrak pendapatan, Tirta Pakuan menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek.

Di antaranya mendorong peningkatan penggunaan air perpipaan oleh masyarakat, seiring menurunnya kualitas air tanah di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Sutradara Asal Bogor Ineu Rahmawati Kembali Harumkan Indonesia, Film Karaja Sumba Lolos Festival Film Perempuan Internasional di Turki

Selain itu, Tirta Pakuan juga akan menertibkan penggunaan air tanah di sektor industri dan komersial.

Hotel, restoran, hingga pusat perbelanjaan didorong beralih menggunakan layanan air dari Tirta Pakuan sesuai regulasi yang berlaku.

Langkah lain yang disiapkan adalah optimalisasi aset lahan. Perusahaan memiliki lebih dari 50 hektare lahan yang tersebar di beberapa titik dan akan dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis baru melalui kerja sama dengan pihak swasta.

Baca Juga: Miris! Antrean Calon Jamaah Haji di Bogor 26 Tahun, Kuota Tahun Ini Tak Sampai 1.000

“Kami berencana menjadikan lahan-lahan kosong ini produktif, misalnya untuk pergudangan, SPBU, atau unit bisnis lain yang bisa mendatangkan tambahan income,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional Dani Rakhmawan menegaskan fokus utama pihaknya adalah memastikan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (K3) layanan air bagi pelanggan.

Ia menyebut, tantangan masih dihadapi terutama pada wilayah yang belum teraliri air selama 24 jam. Hal itu dipengaruhi oleh penambahan jaringan baru yang berdampak pada sistem hidrolis dan aliran pipa eksisting.

Baca Juga: Apakah Bansos BPNT Rp600 Ribu Cair April 2026? KPM Cek Status Bantuan dan Saldo KKS Lewat Cara Ini

Untuk mengatasi hal tersebut, Tirta Pakuan menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari prioritas perbaikan kebocoran berdampak kritis, monitoring dan evaluasi jaringan secara ketat, hingga penguatan sistem melalui pemasangan pompa dorong yang direncanakan pada 2026.

“Kami juga memohon bantuan informasi dari rekan-rekan wartawan. Jika ada laporan kebocoran, kami siap segera memperbaikinya,” ujar Dani.

Di sisi lain, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan menjelaskan, penguatan kinerja perusahaan juga dilakukan melalui penyesuaian struktur organisasi.

Baca Juga: Rudy Susmanto Klarifikasi Pencatutan Namanya dalam Dugaan Kasus Tramadol di Bogor

Sejak Desember 2025, jumlah direksi bertambah dari tiga menjadi empat posisi, dengan pembagian tugas yang lebih spesifik untuk mendorong efektivitas kerja.

“Direktur Pelayanan dan Bisnis fokus pada eksternal dan peningkatan pendapatan, Direktur Operasional memastikan suplai dan kualitas, sementara direktur administrasi dan keuangan mengurus proses internal,” jelas Rino.

Ke depan, Tirta Pakuan juga mulai merambah bisnis baru di sektor pengelolaan air limbah. Langkah ini dinilai sebagai upaya jangka panjang dalam menjawab kebutuhan layanan air perkotaan.

Baca Juga: Bocah di Sukmajaya Depok Jadi Korban Pencurian Sepeda Viral, Pelaku Pura-Pura Minta Diantar ke Masjid

“Tentu ada pro dan kontra. Tapi kalau tidak kita mulai sekarang, ini tidak akan pernah terjadi. Ini langkah kita menjemput masa depan Kota Bogor yang lebih baik,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran direksi juga menyampaikan permohonan maaf atas layanan yang belum optimal serta berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk insan pers, untuk meningkatkan kinerja perusahaan ke depan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #pendapatan #perumda #tirta pakuan