RADAR BOGOR - Pemkot Bogor bersama DPC Perpadi Kota Bogor menggelar Gerakan Pangan Murah di Kantor Kelurahan Tanah Baru, Rabu 15 April 2026.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi, ditandai dengan habisnya 50 persen stok beras dalam satu jam pertama penjualan.
Program stabilisasi harga pangan ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.
Salah satu yang paling diminati adalah beras medium kemasan 5 kilogram yang dijual Rp65.000, lebih murah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp67.500.
Ketua DPC Perpadi Kota Bogor, Fitri Wita, mengatakan tingginya antusiasme warga sudah terlihat sejak sebelum bazar dibuka pukul 09.00 WIB.
“Setengah sembilan saja antrean sudah panjang. Sampai jam 10.00, beras sudah terdistribusi 50 persen dari total kuota 1 ton,” ujarnya.
Selain beras, pihaknya juga menyediakan telur ayam sebanyak 200 kilogram, serta komoditas lain seperti minyak goreng, terigu, dan gula.
Menurutnya, beras medium Petani yang memiliki izin edar dari Badan Pangan Nasional masih menjadi pilihan utama masyarakat karena harganya lebih terjangkau dibandingkan beras premium.
“Biasanya perbandingan antara premium dan medium itu 1 banding 5. Mayoritas masyarakat tetap memilih medium karena selisih harga sekitar Rp10 ribu, dan beras medium kami sudah memiliki izin edar” jelasnya.
Ia menambahkan, bazar kali ini juga menghadirkan dua metode pembelian, yakni langsung di lokasi dan melalui sistem pemesanan menggunakan formulir daring. Setelah pembayaran, warga dapat langsung mengambil barang di lokasi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi uji coba distribusi langsung hingga tingkat kelurahan. Selama ini, program serupa umumnya dilaksanakan di tingkat kecamatan.
“Responnya cukup bagus. Ke depan kami akan coba perluas lagi jika ada dukungan subsidi,” tambah Fitri.
Sementara itu, Camat Bogor Utara, Riki Robiansah, menyebut kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemkot Bogor dengan Pasar Pangan ID untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar. Harganya di bawah pasar, kualitasnya juga bagus karena berasnya langsung dari petani,” ujarnya.
Ia menilai tingginya minat warga menjadi sinyal positif untuk memperluas program serupa ke wilayah lain.
“Ini baru tahap awal di kelurahan. Kalau animo masyarakat tinggi, ke depan bisa kita lakukan di kelurahan lain di Bogor Utara,” katanya.
Pemkot Bogor berharap kegiatan ini mampu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ramah di kantong.(ded)
Editor : Yosep Awaludin