RADAR BOGOR - Siswa SDIT Insantama belajar ilmu jurnalistik ke kantor media Radar Bogor di Jalan Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Jumat 17 April 2026.
Para siswa SDIT Insantama tampak begitu antusias saat mengikuti kunjungan tersebut. Mereka diajarkan langsung cara memproduksi berita seperti yang dilakukan oleh jurnalis.
Skema pembelajaran dibuat semacam diskusi interaktif. Hal ini membuat siswa SDIT Insantama lebih nyaman untuk bisa mengemukakan pendapat atau sekadar bertanya.
Para siswa yang berkunjung ke Radar Bogor ini adalah mereka yang tergabung dalam Klub Bahasa SDIT Insantama. Jumlahnya sebanyak 48 orang.
Pembina Klub Bahasa Sri Mellia Marinda mengatakan mayoritas berasal dari siswa kelas 5. Kunjungan ke Radar Bogor bukan kali pertama dilakukan.
“Iya udah sering kami ke sini, sudah menjadi jadwal rutinlah. Kami itu ingin memberikan pengalaman nyata bagaimana tentang dunia kejurnalistikan,” jelasnya.
Secara teori siswa sudah SDIT Insantama belajar tentang jurnalistik di sekolah. Namun materi yang disampaikan sesuai dengan keterangan di dalam buku, tidak berbasis empiris.
“Ke Radar Bogor ini itu untuk mengetahui seperti apa sih di lapangan, secara real-nya, aplikasi kejurnalistikan itu, bagaimana mekanisme kerjanya,” ujar Sri.
Belajar ilmu jurnalistik bukan berarti siswa wajib menjadi wartawan. Sri berpandangan ilmu ini berkaitan erat dengan kehidupan siswa sehari-hari.
Mengetahui skema kerja wartawan, secara tidak langsung melatih soft skill dasar. Mulai dari menulis, public speaking, hingga mental bertemu orang banyak.
“Terutama di dunia digital sekarang hoaks itu berkembang. Mereka mesti tau mana berita yang benar atau cuma sekadae gosip. Dengan cara berfikir kritis,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin