Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Bogor Perkuat Skrining dan Edukasi Masyarakat

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 24 April 2026 | 15:16 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena saat menyampaikan keterangan. (Fauzan/Radar Bogor)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena saat menyampaikan keterangan. (Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Upaya pencegahan penularan tuberkulosis (TBC) terus diperkuat di Kota Bogor,Dinas Kesehatan (Dinkes) menekankan deteksi dini dan edukasi masyarakat sebagai kunci utama memutus rantai penyebarannya. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena menjelaskan, strategi pencegahan dilakukan melalui skrining aktif di masyarakat, terutama di wilayah dengan kasus tinggi.

“Kami tidak hanya menunggu pasien datang, tapi melakukan Active Case Finding agar kasus bisa ditemukan lebih cepat sebelum menular lebih luas,” ujar Erna Jumat, 24 April 2026.

Selain itu, investigasi kontak juga terus ditingkatkan untuk menjangkau orang-orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC.

Baca Juga: Intervensi Pemerintah Dinilai Efektif, Harga Pangan Mulai Turun di April 2026, Pasokan Aman 

“Melalui SIKASEP, kami memperkuat pelacakan kontak dan memberikan terapi pencegahan bagi kelompok berisiko,” jelasnya.

Erna menuturkan, langkah ini penting karena TBC merupakan penyakit yang mudah menular melalui droplet saat penderita batuk atau bersin.

“Kalau tidak cepat ditemukan dan diobati, potensi penularannya sangat tinggi, terutama di lingkungan keluarga,” ungkapnya.

Baca Juga: Tekan Praktik Pembakaran Sampah di Situ Gede Kota Bogor, Warga dan Dietplastik Indonesia Jalankan Program Pemilahan

Untuk memperluas jangkauan deteksi, Dinkes juga memanfaatkan teknologi seperti portable X-ray serta mengintegrasikan skrining TBC dengan layanan cek kesehatan gratis.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mengakses skrining dengan mudah, bahkan di wilayah dengan akses layanan terbatas,” kata Erna.

Tak hanya itu, pendekatan berbasis masyarakat juga diperkuat melalui peran kader kesehatan, mereka dilibatkan dalam edukasi hingga pendampingan pasien.

“Ada pendekatan ABCDE, mulai dari mengantar pasien ke puskesmas, memberi dukungan, mencari kontak erat, hingga edukasi di lingkungan,” paparnya.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, Erna mengakui masih ada tantangan dalam pencegahan penularan TBC, terutama terkait stigma di masyarakat.

“Masih ada yang takut atau malu memeriksakan diri, sehingga datang sudah dalam kondisi menular,” ucapnya.

Baca Juga: Gebyar Kartini 2026 di SDN Kebon Pedes 1 Bogor Berlangsung Meriah, Siswa Tampil Kreatif Lewat Beragam Lomba

Oleh karena itu, edukasi terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor agar masyarakat memahami bahwa TBC bisa disembuhkan dan pengobatannya tersedia gratis.

“Kami ingin masyarakat tidak ragu untuk memeriksakan diri. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati, dan penularan bisa dicegah,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh layanan TBC di Kota Bogor, mulai dari pemeriksaan hingga pengobatan, dapat diakses secara gratis di fasilitas kesehatan.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk melindungi masyarakat dari penularan TBC,” pungkasnya.(bay)

Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #tbc #dinkes