
Peringatan: Informasi berikut memuat percobaan mengakhiri hidup yang dapat memicu ketidaknyamanan, jika butuh bantuan Hubungi Sejiwa 119 (tekan 8) dari Kementerian Kesehatan RI atau konsultasikan ke tenaga profesional terdekat.
RADAR BOGOR – Seorang wanita diduga hendak akhiri hidup sendiri di Jalan Pandu Raya, tepatnya di depan Masjid Jami' At-Tawwaab, Kota Bogor, pada Selasa, 28 April 2026 sekitar pukul 01.25 WIB dan sempat menggegerkan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Coki Irsanza Herza Rambe memaparkan, peristiwa pertama kali diketahui dari laporan yang masuk melalui grup koordinasi. Saat itu, sekelompok anak muda yang sedang berkumpul melihat gerak-gerik mencurigakan dari seorang perempuan yang bolak-balik di pinggir jalan.
“Saat ada mobil yang melintas, perempuan tersebut mencoba menabrakkan dirinya ke arah kendaraan itu,” jelasnya.
Namun, upaya tersebut tidak sampai menimbulkan korban luka maupun jiwa, pengendara mobil yang melintas disebut sigap mengerem kendaraannya sehingga perempuan tersebut tidak tertabrak.
“Saat dievakuasi korban tidak dalam keadaan luka-luka karena belum sempat tertabrak, pengendara mobil yang melintas berhasil merespons dengan cepat dan mengerem kendaraannya tepat waktu,” katanya.
Dinas Sosial Kota Bogor yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi dan mengevakuasi perempuan tersebut. Wanita berusia 43 itu diketahui merupakan warga Kampung Anyar, Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
Baca Juga: Beasiswa Pemkot Bogor Akan Disertai Wajib Mengajar, Mahasiswa Magang Jadi Guru di Sekolah
Selanjutnya, perempuan tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. H. Marzoeki Mahdi untuk mendapatkan penanganan medis, kepesertaan BPJS PBI miliknya juga dilaporkan aktif sehingga proses perawatan dapat segera dilakukan.
“Saat ini ia sudah dalam masa pengobatan di rumah sakit, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak wilayah setempat untuk meneruskan kabar ini kepada pihak keluarganya,” ungkapnya.
Terkait kondisi kejiwaan korban, pihak Dinas Sosial belum dapat memastikan diagnosis medis tetapi dugaan sementara mengarah pada adanya tekanan batin atau depresi.
“Terkait kondisi kejiwaannya apakah indikasi ODGJ atau bukan, kami langsung membawanya ke rumah sakit karena khawatir ada indikasi tekanan batin atau depresi, hasil diagnosis pastinya masih belum keluar karena yang bersangkutan masih dalam tahap penanganan medis,” tandasnya.(uma)
Editor : Eka Rahmawati