Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Melongok Alat Pendeteksi Banjir di Panaragan Kota Bogor, Alarm Warga saat Air Sungai Naik

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 20 Mei 2026 | 20:05 WIB
EWS di wilayah Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. (Dzikry/Radar Bogor)
Early Warning System (EWS) untuk mendeteksi banjir di Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. (Dzikry/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Penanganan bencana di Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor terbilang canggih. Mereka sudah sejak lama memiliki dua alat pendeteksi banjir. 

Alat yang kerap disebut Early Warning System (EWS) itu dipasang di Rw 07. Permukiman ini berada dekat dengan aliran Sungai Cisadane.

EWS pertama kali dipasang pada tahun 2016. Menariknya alat tersebut dibuat secara swadaya oleh warga sekitar. Ini bagian dari respon atas banjir 2015 silam.

“Waktu itu sampai merendam jembatan yang tingginya sampai 15 meter,” kata Ketua Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) Panaragan, Rika Sabar Putri.

Rika menerangkan alat ini juga dibuat bagian dari implementasi teori yang diajarkan saat pembentukan Keltana pada tahun 2016 silam.

Baca Juga: Pemkot Bogor Aktifkan Piket Wilayah demi Minimalisasi Gangguan Keamanan, Sekda: Harus Jadi Tuan Rumah yang Baik

“Keltana ini dibentuk 2016 sama BPBD, dulu cuma ada dua disini dan Pasir Jaya, karena sering banjir. Setelah dibentuk kita didik dan akhrinya kami buat ini,” jelas Rika.

Swadaya Warga untuk Deteksi Banjir

Anggaran pembuatan EWS ini hasil patungan warga. Proses pembuatan pun dilakukan secara gotong royong oleh warga sekitar.

Baca Juga: Pemkot Depok Uji Kualitas Udara di 7 Tatanan KTR, Lindungi Warga dari Paparan Asap Rokok

EWS karya warga Panaragan ini diberi pengeras suara berupa toa. Alat ini dibunyikan secara manual dengan memencet tombol yang sudah disediakan.

Suara sirine mampu menempus radius hingga radius 600 meter. Alat ini biasa dibunyikan saat ketinggian air Sungai Cisadane mencapai 120 Cm.

Sekretaris Kelurahan Panaragan, Sopyan Hadi mengapresiasi inisiatif warganya itu. Ia mengataka ini sebagai peringatan dini ketika air mulai merangsek naik.

“Jadi nanti dimana ada kenaikan arus sungai, alat inilah yang memberi tau pertama ke warga,” terang Sopyan saat ditemui, Rabu, 20 Mei 2026.

Orang yang bertugas memijit alat tersebut Ketua RW setempat. Ketika sirine menyala warga sudah langsung mengencangkan ikat pinggang untuk waspasa.

“Bila mana ada alarm yang berbunyi itu adalah tanda warga bersiap siap untuk evakuasi. Jadi kami sebelumnya sudah sosialisasikan ke warga,” ujarnya.

Pada tahun 2025 Kelurahan Panaragan mendapat satu EWS tambahan. Alat ini merupakan hibah yang diberikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana

EWS pemberian BNPB sudah jauh lebih canggih. Alarm akan bunyi secara otomatis ketika air sungai merangkak naik. Hanya saja suaranya tidak terlalu keras.

Lokasi pemasangan EWS otomatis ini berada saling berdekatan dengan karya warga. Tujuannya agar bisa saling terintegrasi.

“Jadi kalau alat ini (EWS BNPB) bunyi maka yang buatan warga ini dibunyikan. Kan suara yang ini lebih kenceng yah, jadi bisa saling terintegrasi,” pungkasnya (bay)

Editor : Eka Rahmawati
#alat pendeteksi banjir #bogor #Panaragan