Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Punya Koleksi Puluhan Benda Pusaka, Museum Pajajaran Bogor Siap Diaktifasi Saat HJB

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 29 Mei 2026 | 10:18 WIB
Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat meninjau Museum Pajajaran beberapa waktu lalu. Foto: Sofyansyah/Radar Bogor
Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat meninjau Museum Pajajaran beberapa waktu lalu. Foto: Sofyansyah/Radar Bogor

RADAR BOGOR - Museum Pajajaran yang terletak di Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan siap diaktifasi pada momen Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 mendatang.

Kadisparbud Kota Bogor, Firdaus menjelaskan aktivasi Museum Pajajaran salah satu kado untuk warga di perayaan HJB tahun ini.

“Iya benar, Museum Pajajaran diresmikan untuk diaktivasi. Insya allah waktunya bertepatan pada HJB nanti,” kata Firdaus pada Radar Bogor. 

Baca Juga: Eksplorasi Kuliner Pagi: 3 Bubur Ayam Legendaris di Jakarta yang Wajib Masuk Daftar Must-Try Anda

Dengan begitu, Museum Pajajaran resmi dibuka untuk umum. Siapa saja boleh datang, sebagai ruang edukasi dan pengenalan sejaran Kerajaan Sunda.

“Artinya kalau sudah diaktifasi bisa untuk umum. Mangkannya kita sampai saat ini masih terus melakukan penataan,” terang Firdaus.

Firdaus mengungkapkan Museum Pajajaran sendiri saat ini sudah memiliki puluhan koleksi benda pusaka. Mayoritas keris dan golok.

Baca Juga: Berkelana ke 9 Kuliner Malam Bandung yang Legendaris, Nomor 5 Rela Antre Panjang Demi Seporsi Gurih Hangat

“Kurang lebih ada 50an pusaka kujang, keris dan golok,” ungkap Firdaus saat dikonfirmasi lebih lanjut, Jumat, 29 Mei 2026 pagi.

Museum Pajajaran sendiri juga saat ini tengah menyiapkan konsep timline dan storyline. Fasilitas ini akan membawa pengunjung memahami perjalanan panjang kerajaan di Tatar Sunda, mulai dari masa prasejarah hingga era Pakuan Pajajaran.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan penyusunan timeline menjadi bagian penting dalam pengembangan museum tersebut. Menurutnya masyarakat harus mengetahui awal mula sejarah Pajajaran secara runtut.

Baca Juga: Curug Buleud Bogor, Hidden Gem dengan Kolam Alami Cantik yang Cuma 2 Jam dari Jakarta

“Yang paling penting adalah timeline. Namanya sejarah tentang Pajajaran orang harus tahu ceritanya dari mana sih, awalnya dari mana,” ujarnya.

Dedie menjelaskan timeline tersebut telah disusun tim dari Universitas Pajajaran. Nantinya sejarah akan ditampilkan dalam bentuk panel informasi di area museum.

“Cerita dari prasejarah, kemudian zaman Tarumanegara kemudian masuk mulai Kerajaan Galuh, Kerajaan Cirebon, kemudian Bogor atau Pakuan Pajajaran sampai Sumedang,” jelasnya.

Tak hanya timeline, museum juga bakal dilengkapi storyline yang menjelaskan hubungan antarkerajaan maupun wilayah yang berkaitan dengan sejarah Pajajaran.

Baca Juga: Menikmati Cita Rasa K-Food di Kota Hujan: 5 Rekomendasi Restoran Korea Paling Hits dan Autentik di Bogor

“Itu diceritakan dalam sebuah timeline yang nantinya menjadi informasi bagi mereka. Bukan hanya timeline, ada storyline juga. Storyline ini menjadi penting,” terang Dedie.

Selain menyajikan alur sejarah, museum juga akan menampilkan sejumlah artefak peninggalan Pajajaran. Salah satu yang disebut menjadi artefak utama ialah Prasasti Batu Tulis.

“Prasasti Batu Tulis gak ada duanya. Di situ dijelaskan momentum dimana pernah dinobatkan seorang raja atau prabu yang memiliki nilai-nilai filosofi kesundaan,” katanya.

Menurut Dedie, nilai kesundaan seperti silih asah, silih asih dan silih asuh menjadi bagian penting yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat melalui museum tersebut.

Baca Juga: 12 Warung Bakso Enak yang Ada di Cibinong Bagor, Salah Satunya Punya 4 Cabang

Ia menambahkan koleksi museum nantinya masih bisa terus bertambah. Sebab artefak maupun benda sejarah terkait Pajajaran masih tersebar di berbagai wilayah.

“Namanya koleksi itu selalu dinamis ya. Sekarang baru punya lima siapa tahu besok nambah lagi jadi 15,” ucapnya.

Dedie menyebut penambahan koleksi dimungkinkan berasal dari masyarakat maupun keluarga yang memiliki keterkaitan sejarah. Nantinya koleksi tersebut akan lebih dulu diteliti oleh kurator dan ahli.

“Koleksi-koleksi itu akan memperkaya pengetahuan kita tentang kesejarahan Kerajaan Pajajaran,” pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #HJB #benda pusaka #Museum Pajajaran