Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tahun Ini, Pemkot Bogor Bidik Perbaikan 2 Ribu Rumah Tidak Layak Huni

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 28 Juni 2026 | 14:45 WIB
Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat meninjau perbaikan rumah tidak layak huni di Kelurahan Babakan Pasar. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat meninjau perbaikan rumah tidak layak huni di Kelurahan Babakan Pasar. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Sebanyak 2 ribu rumah tidak layak huni di Kota Bogor dapat bantuan perbaikan. Semua pengerjaan ditargetkan rampung pada 2026.

Program perbaikan rumah tidak layak huni dibantu oleh berbagai pihak, salah satunya Yayasan Budha Tzu Chi. Mereka ikut terlibat memperbaiki 250 rumah warga. 

Wali Kota Bogor Dedie Rachim turut meninjau hasil perbaikan rumah tidak layak huni dari Yayasan Budha Tzu Chi di Kelurahan Babakan Pasar, pada Minggu 28 Juni 2026.

Di Kelurahan Babakan Pasar ada 204 rumah warga yang diperbaiki oleh Yayasan Budha Tzu Chi. Dedie bersyukur atas keterlibatan mereka.

“Yang dapat bantuan dari yayasan ini adalah mereka yang tidak bisa diintervensi oleh pemerintah karena tidak masuk desil, tapi secara fakta butuh bantuan,” jelasnya.

Dari jumlah 204 sudah ada 29 rumah warga yang rampung diperbaiki. Empat rumah lainnya sedang berprogres dan semua ditargetkan selesai akhir 2026 mendatang.

Baca Juga: Buka Lebih Lama Saat Musim Libur, Ini Bocoran Fasilitas Kolam Renang Putri Duyung Depok

Warga disebut Dedie amat bersyukur atas program perbaikan rumah yang diberikan. Sebab tidak sedikit diantara mereka yang sudah lama mengidam-idamkan.

“Karena mereka pasti mengajukan ke pemerintah berkali-kali tetapi tidak bisa diintervensi,” terang Dedie pada awak media di Kelurahan Babakan Pasar.

Dedie mengungkapkan, secara umum ada lebih dari 2 ribu rumah warga yang dapat bantuan perbaikan. Data ini termasuk dengan program bantuan dari yayasan.

Kepala Disperumkim Kota Bogor Chusnul Rozaqi menambahkan perbaikan rumah tidak layak huni yang berasal dari APBD Kota Bogor sebanyak 1.100.

“Tapi tadi seperti yang disampaikan pa wali sampai dengan 2000 itu akumulasi dari penjumlahan sumber anggaran lain, dari Budha Tzu Chi 250, dari BSPS 500 dan dari BSTT 200,” beber Chusnul.

Perbaikan rumah dari APBD maksimal Rp20 juta. Namun Pemkot Bogor juga turut mencanangkan program bedah rumah warga.

“Kalau yang bedah rumah itu dibongkar full, jumlahnya ada enam, satu kecamatan satu, total biayanya lebih kurang Rp100 juta,” ungkap Chusnul pada Radar Bogor.

Ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi untuk mendapat bantuan program bedah rumah ini. Pertama hunian tersebut dalam keadaan rusak berat.

“Kemudian masuk Desil satu dan dua. Itu akan dirubah struktur bangunannya, seperti plafon tidak lagi pakai triplek tapi pakai gipsum biar lebih sehat dan lebih tahan lama lagi dengan PVC,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #rumah tidak layak huni #Dedie Rachim