Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Penataan Alun-Alun Empang Bogor Dimulai, Ada Area Kuliner hingga Lahan Parkir

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 28 Juni 2026 | 17:48 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat meninjau calon lokasi Alun-Alun Empang. (Fauzan/Radar Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat meninjau calon lokasi Alun-Alun Empang. (Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Penataan Alun-Alun Empang dimulai. Lokasi ini bakal dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari area kuliner hingga lahan parkir.

Proses penataan Alun-Alun Empang dimulai dengan pengerukan tanah. Di sekitar lokasi juga terlihat dua alat berat yang mendukung proses pengerjaan.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim turut meninjau lokasi tersebut, Minggu, 28 Juni 2026 dan bersyukur rencana yang sudah berangsur lama itu bisa dimulai.

“Alhamdulillah setelah Kemenag memutuskan Nazhir resmi kita bisa memulai sebuah langkah penataan bersama,” ujar Dedie kepada wartawan.

Baca Juga: Tahun Ini, Pemkot Bogor Bidik Perbaikan 2 Ribu Rumah Tidak Layak Huni

Bagi Dedie keputusan yang dikeluarkan oleh Kemenag itu layaknya gayung bersambut. Apalagi warga hingga ahli waris juga sepakat terkait rencana penataan itu.

”Itukan artinya semua sinergi, sudah siap berkolaborasi, tinggal warga yang lain menyesuaikan dengan rencana dan langkah yang kita ambil,” kata Dedie. 

Luas area Alun-Alun Empang yang akan ditata itu 3 ribu meter. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dan ditarget rampung pada akhir tahun 2027 mendatang.

Alun-Alun Empang disebut Dedie merupakan lokasi yang penuh sejarah. Kolonial Belanda menjalankan roda pemerintahannya di dekat lokasi ini.

“Bupati Bogor salah satunya dulu pernah berkantor di wilayah sini. Dan disinilah tempat pemerintahan Kota Bogor di bawah Kolonial Belanda,” beber Dedie.

Kepala Disperumkim Kota Bogor Chusnul Rozaqi menambahkan, penataan Alun-Alun Empang akan dilakukan secara menyeluruh. Pihaknya saat ini tengah merancang desainnya.

“Yang pertama akan kami lakukan adalah batas patok yang lahan-lahan ini kurang lebih 3.000 meter, batasannya di mana saja,” jelas Chusnul.

Pemasangan batas patok akan melibatkan Badan Pertahan Nasional (BPN). Tidak hanya itu, Dinas KUMKM Dagin juga akan turut dilibatkan.

“Kami minta dari Dinas UMKM untuk mendata jumlah pedagang segala yang ada di sini, termasuk juga status dari ruang parkirnya sendiri, kebutuhannya seperti apa,” terang Chusnul.

Penataan Alun-Alun Empang akan memadu padankan antara kebutuhuan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan karakteristik wilayah.

Wilayah Empang disebut Chusnul terkenal dengan sebutan Kampung Arab. Maka konsep penataan Alun-Alun juga tidak lepas dari karakteristik tersebut.

"Mudah-mudahan ini kita bisa kasih batas 2 meter untuk pedestrian, bisa jadi jogging track untuk masyarakat sekitar sini bisa memanfaatkannya seperti itu,” ungkapnya.

Chusnul belum merinci biaya yang dibutuhkan untuk penataan Alun-Alun Empang. Namun, untuk tahap awal akan diintervensi lewat anggaran perubahan.

“Parsial dulu mana yang bisa dilakukan di perubahan, sambil kita membuat desain secara menyeluruh. Mudah-mudahan semuanya berkah,” pungkasnya. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #Alun-Alun Empang