Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

204 RTLH di Babakan Pasar Diperbaiki, Kolaborasi Pemkot Bogor dan Yayasan Buddha Tzu Chi

Eka Rahmawati • Minggu, 28 Juni 2026 | 23:12 WIB
Pemkot Bogor berkolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. (Dok. Pemkot Bogor)
Pemkot Bogor berkolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. (Dok. Pemkot Bogor)

RADAR BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperluas upaya penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Yayasan Buddha Tzu Chi turut berpartisipasi dengan memperbaiki sebanyak 204 unit rumah yang berada di Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah.

Pelaksanaan renovasi dilakukan secara bertahap dan difokuskan pada rumah-rumah yang membutuhkan perbaikan, namun belum dapat memperoleh bantuan pemerintah karena tidak memenuhi persyaratan administrasi maupun kategori desil yang telah ditetapkan dalam program RTLH.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yayasan Buddha Tzu Chi dalam mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat. Menurutnya, perubahan kondisi rumah setelah direnovasi terlihat sangat signifikan dibandingkan sebelum dilakukan perbaikan.

Dedie mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bogor menargetkan perbaikan sekitar 1.100 unit RTLH sepanjang tahun 2026. Ke depan, jumlah tersebut akan terus ditingkatkan melalui dukungan pendanaan yang bersumber dari APBD, APBN, yayasan, maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dengan skema tersebut, pemerintah menargetkan penanganan sekitar 24.000 rumah dalam kurun waktu lima tahun.

"Yayasan Buddha Tzu Chi mau membantu, tadi kita melihat beberapa rumah sebagai sampel atau contoh, perbedaannya sangat jauh, dari sebelum dan sesudah diperbaiki, saya mengucapkan terima kasih atas nama Pemerintah Kota Bogor," ujar Dedie Rachim dalam keterangannya di laman resmi Pemerintah Kota Bogor, Minggu, 28 Juni 2026. 

Selain program renovasi RTLH, Pemkot Bogor juga menyiapkan program bedah rumah bagi bangunan yang mengalami kerusakan berat. Melalui program ini, setiap unit rumah akan memperoleh anggaran sekitar Rp100 juta sehingga proses pembangunan kembali dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, termasuk penyediaan fasilitas penting seperti dapur dan kamar mandi yang layak.

Dedie menjelaskan bahwa besaran anggaran tersebut memungkinkan hasil pembangunan menjadi lebih optimal dibandingkan bantuan renovasi dengan nilai yang lebih kecil. Oleh sebab itu, pemerintah menerapkan berbagai bentuk intervensi sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing rumah.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaki, menyebutkan bahwa secara keseluruhan jumlah rumah yang akan mendapatkan perbaikan pada tahun 2026 diperkirakan mencapai lebih dari 2.050 unit.

Ia menambahkan bahwa kualitas pelaksanaan program akan terus dievaluasi agar hasil renovasi semakin baik. Salah satu peningkatan yang direncanakan ialah penggunaan material plafon berbahan PVC sebagai pengganti tripleks atau gipsum karena dinilai lebih tahan lama, sehat, dan nyaman bagi penghuni.

Selain itu, aspek sirkulasi udara serta pencahayaan rumah juga akan menjadi perhatian agar hunian menjadi lebih layak dan mendukung kesehatan penghuninya.

Untuk program bedah rumah, pemerintah memprioritaskan bangunan yang mengalami kerusakan berat dan dimiliki oleh warga yang masuk dalam kategori desil 1 maupun desil 2. Rumah yang dihuni penyintas tuberkulosis (TBC), HIV, malaria, serta penyakit lainnya juga menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan dalam pelaksanaan program tersebut.

Chusnul menjelaskan bahwa pada tahap awal direncanakan akan ada satu unit rumah di setiap kecamatan yang menjadi sasaran program bedah rumah.

Ia berharap pelaksanaan program tersebut dapat mulai direalisasikan pada semester kedua tahun ini sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

"Yang pasti kondisinya rusak berat dan masuk desil 1 atau 2, sementara ini, insyaallah akan dilaksanakan masing-masing satu rumah di setiap kecamatan, mudah-mudahan pada semester kedua program sudah bisa segera dieksekusi," jelas Chusnul.

Editor : Eka Rahmawati
#rtlh #bogor #Yayasan Buddha Tzu Chi #pemkot #Babakan Pasar