RADAR BOGOR – Permainan tradisional mulai kembali diminati masyarakat. Hal itu terlihat dari antusiasme ratusan peserta yang mengikuti Kaulinan Sunda dan Bogor Sumpitan Open di GOR Pajajaran Juni lalu.
Tiga permainan tradisional dipertandingkan dalam kegiatan tersebut, yakni hadang, bentengan, dan sumpitan. Khusus hadang dan bentengan, pesertanya merupakan pelajar SMP dan SMA se-Kota Bogor.
Ketua Wasit Sumpitan, Denny Fransiska, mengatakan awalnya pertandingan hadang dan bentengan direncanakan untuk diikuti organisasi perangkat daerah (SKPD). Namun karena tidak ada peserta yang mendaftar, penyelenggara mengalihkan kategori tersebut kepada para pelajar.
Baca Juga: Marlyn Maisarah dan Kementerian PU Adakan Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi di Bogor
"Awalnya untuk SKPD, cuma karena tidak ada yang daftar akhirnya kita alihkan untuk anak SMP dan SMA," ujar Denny.
Sebanyak 16 tim ambil bagian pada pertandingan hadang, sementara total peserta hadang dan bentengan mencapai sekitar 30 tim. Masing-masing tim hadang diperkuat lima pemain inti dan dua pemain cadangan.
Sementara itu, cabang sumpitan dibuka untuk peserta umum dari berbagai daerah. Peserta tidak hanya berasal dari Bogor, tetapi juga datang dari Banten, Bekasi hingga Cikarang.
"Kalau sumpitan itu campur, kita bikin open dari mana-mana datang. Kalau hadang dan bentengan itu khusus Kota Bogor kalau di total jumlah pesertanya 339," kata Denny.
Menurutnya, tingginya minat peserta menunjukkan permainan tradisional masih memiliki daya tarik. Karena itu, perlombaan ini juga menjadi upaya memperkenalkan kembali kaulinan Sunda kepada masyarakat, terutama generasi muda.
"Itu bagian dari rangkaian Hari Jadi Bogor. Kami ingin memperkenalkan lagi kepada masyarakat permainan tradisional. Itu termasuk olahraga masyarakat supaya masyarakat bisa kembali lagi bermain," jelasnya.
Ia menilai permainan tradisional perlu terus dikenalkan di tengah kebiasaan anak-anak yang kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai.
"Apalagi sekarang banyak anak-anak yang terikat banget sama gadget," pungkasnya. (bay)
Editor : Eka Rahmawati