Kepastian tersebut disampaikan Manajer PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, saat menjadi narasumber dalam Talkshow "Obsesi" (Obrolan Serius Mencari Solusi) bertajuk "Dari Matahari dan Sampah, Jalan Baru Menuju Kemandirian Energi" yang digelar Radar Bogor di Atrium Lantai 2 Botani Square Mall, Senin, 29 Juni 2026.
Grahaita menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi akibat gangguan sistem kelistrikan yang berdampak pada sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Madura.
Baca Juga: PSEL Jadi Jalan Baru Kota Bogor Urus Sampah Sekaligus Mandiri Energi
"Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat, alhamdulillah sejak 22 Juni sistem sudah pulih sepenuhnya dan kami kembali melayani kebutuhan listrik masyarakat dengan optimal," ujarnya.
Ia menjelaskan, gangguan yang terjadi beberapa waktu lalu berasal dari sisi pembangkitan atau hulu sistem kelistrikan, bukan pada jaringan distribusi yang menjadi kewenangan PLN UP3 Bogor.
Menurutnya, sistem kelistrikan terdiri atas tiga bagian utama, yakni pembangkitan, transmisi, dan distribusi. PLN UP3 Bogor bertugas pada sisi distribusi sehingga informasi penyebab gangguan di pembangkitan baru diperoleh setelah dilakukan evaluasi menyeluruh.
"Pada saat kejadian kami di daerah juga belum mengetahui secara rinci titik gangguannya karena berada di sisi pembangkitan, evaluasi terus dilakukan agar keandalan sistem interkoneksi Jawa, Madura, dan Bali semakin baik," katanya.
Meski sistem nasional telah pulih, Grahaita mengatakan masyarakat masih mungkin menjumpai pemadaman listrik berskala lokal. Namun hal tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan rutin jaringan untuk menjaga keandalan pasokan listrik.
"Pemadaman bergilir saat pemeliharaan memang kadang diperlukan. Sama seperti kendaraan yang harus masuk bengkel, jaringan listrik juga membutuhkan perawatan agar tetap andal," jelasnya.
Ia juga memastikan kapasitas pasokan listrik di Kota Bogor masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha.
"Kalau berbicara kapasitas, pasokan listrik Kota Bogor saat ini surplus dan aman. Yang kami lihat justru pertumbuhan konsumsi listrik sedang melandai, meskipun pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026 menunjukkan tren positif," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Grahaita Gumelar turut menyampaikan dukungan PLN terhadap pengembangan energi baru terbarukan, termasuk penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap.
Menurutnya, pelanggan yang ingin memasang PLTS atap dapat mengajukan izin sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk memenuhi persyaratan Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk kapasitas tertentu.
"Pengajuan kuota paralel akan kembali dibuka sekitar enam minggu ke depan melalui aplikasi resmi PLN. Pengaturan kuota dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem interkoneksi ketika produksi listrik dari PLTS berubah akibat kondisi cuaca," pungkasnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati