Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Energi Surya Mulai Berkembang di Kota Bogor, Botani Square Pasang 2.116 Panel

Fikri Rahmat Utama • Senin, 29 Juni 2026 | 23:11 WIB
Talkshow Obsesi (Obrolan Serius Mencari Solusi) Off Air bertajuk Dari Matahari dan Sampah, Jalan Baru Menuju Kemandirian Energi" yang digelar Radar Bogor di Atrium Lantai 2 Botani Square Mall, Senin, 29 Juni 2026. (Sofiansyah/Radar Bogor)
Talkshow Obsesi (Obrolan Serius Mencari Solusi) Off Air digelar Radar Bogor di Botani Square Mall, Senin, 29 Juni 2026. (Sofiansyah/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Pemanfaatan energi surya mulai berkembang di Kota Bogor. Salah satu penerapannya dilakukan Botani Square yang telah memasang 2.116 panel surya di area atap sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju energi bersih.

Direktur Utama Mall Botani Square, Hartono Gunawan mengatakan, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap yang dipasang memiliki kapasitas 1,3 megawatt (MW). Panel-panel tersebut tersebar di area atap mal, mulai dari bangunan hotel hingga supermarket.

"Total kapasitas yang kami pasang mencapai 1,3 MW dengan jumlah panel surya sebanyak 2.116 unit. Proses konstruksinya memakan waktu sekitar enam bulan," ujarnya dalam Talkshow "Obsesi" (Obrolan Serius Mencari Solusi) bertajuk "Dari Matahari dan Sampah, Jalan Baru Menuju Kemandirian Energi" yang digelar Radar Bogor di Atrium Lantai 2 Botani Square Mall, Senin, 29 Juni 2026.

Baca Juga: PSEL Jadi Jalan Baru Kota Bogor Urus Sampah Sekaligus Mandiri Energi

Hartono menjelaskan, pemanfaatan energi surya tersebut memberikan manfaat dari sisi lingkungan maupun efisiensi operasional gedung. Berdasarkan perhitungan, PLTS atap mampu menurunkan emisi karbon hingga 1.249 ton CO2 per tahun atau setara dengan menanam sekitar 49.500 pohon.

Selain menghasilkan listrik ramah lingkungan, keberadaan panel surya juga membuat suhu area di bawahnya lebih rendah sekitar 2 derajat Celsius dibandingkan udara luar sehingga kebutuhan energi untuk pendingin ruangan dapat ditekan.

"Keuntungan lainnya, saat hujan deras panel surya juga membantu meredam suara air sehingga suasana di dalam mal menjadi lebih nyaman," katanya.

Meski seluruh instalasi telah selesai dibangun, Hartono mengakui PLTS atap tersebut masih menunggu proses administrasi Sertifikat Laik Operasi (SLO) sebelum dapat beroperasi penuh.

"Saat ini sistemnya sudah siap. Tinggal proses pengurusan SLO yang terus kami koordinasikan agar segera selesai," ujarnya.

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar menegaskan PLN mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan, termasuk PLTS atap yang dipasang oleh pelanggan.

Menurutnya, pelanggan yang akan mengoperasikan PLTS atap wajib memenuhi ketentuan sesuai regulasi ketenagalistrikan, salah satunya memiliki Sertifikat Laik Operasi untuk instalasi dengan kapasitas tertentu.

"Masyarakat tidak perlu khawatir. PLN sangat terbuka terhadap pengembangan PLTS atap. Pengajuan kuota paralel akan kembali dibuka dalam waktu sekitar enam minggu ke depan melalui aplikasi resmi PLN," jelasnya.

Ia menerangkan, pengaturan kuota dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional agar tetap stabil ketika produksi listrik dari panel surya menurun akibat faktor cuaca.

Grahaita juga memastikan pasokan listrik di Kota Bogor masih dalam kondisi surplus sehingga mampu mendukung pengembangan energi baru terbarukan maupun kebutuhan listrik sektor industri dan masyarakat.

"Yang kami jaga adalah keseimbangan sistem agar jaringan tetap andal sekaligus mendukung pemanfaatan energi bersih," pungkasnya. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#surya #kota bogor #botani square