RADAR BOGOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat tiga kejadian atap rumah ambruk dalam sehari akibat cuaca ekstrem yang disertai kondisi bangunan yang sudah rapuh. Tidak ada korban jiwa dalam seluruh peristiwa tersebut, tetapi 4 kepala keluarga dengan total 11 jiwa terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, ketiga kejadian terjadi di Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, serta Kelurahan Gunungbatu dan Menteng, Kecamatan Bogor Barat.
"Faktor penyebabnya hampir sama, yakni hujan yang mengguyur wilayah tersebut ditambah kondisi kayu kuda-kuda atap yang sudah rapuh sehingga tidak mampu lagi menahan beban," ujar Dimas.
Baca Juga: Pegawai Dinas PUPR Kota Bogor Meninggal, Anak Dapat Beasiswa Pendidikan
Kejadian pertama terjadi di Kampung Pangkalan 2, RT 02 RW 02, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, pada Senin, 29 Juni 2026 sekitar pukul 03.00 WIB.
Atap rumah milik Khodiijah ambruk pada bagian ruang tamu dan kamar. Peristiwa itu berdampak terhadap satu kepala keluarga yang terdiri atas dua jiwa.
Selanjutnya, BPBD menerima laporan atap rumah ambruk di Kampung Sindang Rasa, RT 02 RW 06, Kelurahan Gunungbatu, Kecamatan Bogor Barat. Kejadian yang berlangsung pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 12.30 WIB itu baru dilaporkan kepada BPBD pada Senin pagi.
Atap rumah milik Dadang Muzani ambruk pada bagian kamar akibat kayu kuda-kuda yang lapuk dan hujan. Peristiwa tersebut berdampak terhadap satu kepala keluarga dengan dua jiwa.
Sementara kejadian ketiga terjadi di Kompleks Pertanian, RT 03 RW 08, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, pada Senin, 29 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.
Rumah milik Sofian mengalami kerusakan pada dua kamar tidur, dapur, dan kamar mandi. BPBD mencatat rumah tersebut dihuni dua kepala keluarga dengan total tujuh jiwa. Menurut laporan petugas, rumah itu juga pernah mengalami kejadian serupa pada 2024.
Dimas menjelaskan, setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD langsung melakukan asesmen, pendataan, serta berkoordinasi dengan aparat kelurahan dan pengurus RT/RW di masing-masing lokasi.
Khusus untuk rumah di Kelurahan Menteng, BPBD telah menyalurkan bantuan darurat berupa terpal untuk menutup bagian bangunan yang rusak. Sementara seluruh korban diusulkan menerima Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT).
Ia mengimbau masyarakat, terutama pemilik rumah yang menggunakan konstruksi kayu berusia tua, untuk segera memeriksa kondisi kuda-kuda atap, terlebih saat intensitas hujan mulai meningkat.
"Jika ditemukan bagian bangunan yang sudah lapuk atau berpotensi membahayakan, sebaiknya segera diperbaiki agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar ketika hujan dan angin kencang terjadi," katanya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati