RADAR BOGOR - Pemkot Bogor menganggarkan uang senilai Rp2 miliar untuk membebaskan dua bidang lahan di ujung trase Jalan Saleh Danasasmita.
Anggaran pembebasan dua bidang tanah di ujung trase Jalan Saleh Danasasmita itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih.
“Sebetulnya ada 7 bidang (Sertifikat) tapi kami prioritaskan dua dulu itu anggarannya sekitar Rp2 miliar, tapi ini kami masih tunggu apraisal,” jelas Esti.
Dana tersebut diakses melalui anggaran perubahan. Namun Esti juga turut menganggarkan kembali pada anggaran 2027 mendatang.
“Tapi di 2027 kita juga masukkan takutnya di perubahan bergeser sehingga di 2027 kita bisa melaksnakan,” jelas Esti pada Radar Bogor.
Estu menerangkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan para pemilik lahan. Ia mengklaim pemilik lahan sudah memahami rencana tersebut.
Baca Juga: Prancis Hajar Swedia 3-0, Mbappe Brace dan Samai Rekor Lionel Messi
“Kami sudah sampaikan melalui Kelurahan dan kami bilang kalau kami mau lahan itu,” kata Esti saat ditemui di Kantor Dinas PUPR Kota Bogor.
Sebagian pemilik lahan bahkan disebut Esti sudah diungsikan. Pemkot Bogor turut pula memberikan dana untuk biaya kontrakan.
“Untuk yang dua lahan prioritas itu sudah kami ungsikan, dia rumah ini yang berhimpitan dengan trase, sudah diberikan uang kontrakan,” terang Esti
Pembebasan lahan tambahan ini pertama kali mencuat saat Wali Kota Bogor, Dedie Rachim meninjau progres pembangunan trase Jalan Saleh Danasasmita.
Dedie menemukan adanya penyempitan pada ujung trase Jalan Saleh Danasasmita. Jika tidak diperlebar, akan menimbulkan masalah baru dikemudian hari.
“Tidak ada treatment teknis di ujung jalur trase baru. Sehingga nanti kalau misalnya ada pembongkaran, keluarga ini kan tetap harus aman,” kata Dedie.
Menurutnya, pertimbangan utama dalam evaluasi tersebut adalah aspek keselamatan teknis.
Selain itu, estetika kawasan juga menjadi perhatian, mengingat proyek tersebut dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit.
Baca Juga: Erling Haaland Cetak Gol, Norwegia Amankan Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
“Nomor satu pertimbangannya adalah keselamatan teknis, kemudian yang kedua tentu harus mempertimbangkan aspek estetika juga. Karena proyek ini sudah dibangun dengan biaya yang cukup mahal. Sayang sekali kalau misalnya ini justru menyisakan persoalan di kemudian hari,” ujarnya.
Dedie menjelaskan, saat ini lebar ujung trase diperkirakan sekitar 12 meter. Sementara di bagian depan, lahan direncanakan akan ditutup dengan taman sehingga memiliki tampilan yang lebih luas dan rapi.
Ia pun mengusulkan agar dilakukan penambahan pembebasan lahan di bagian belakang sekitar 5 hingga 10 meter. Hal itu dinilai penting untuk memastikan keamanan sekaligus keseragaman lebar jalan.
“Jadi ke arah belakang ini mungkin harus kita tambah sekitar 5 sampai 10 meter lagi sehingga aman. Nanti dihitung dulu lah, ini hasil evaluasi hari ini,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin