RADAR BOGOR - Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi berbasis kerakyatan, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini.
Menurutnya, keberadaan koperasi telah terbukti mampu memperkuat usaha masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Hal tersebut disampaikan Dedie saat menjadi narasumber dalam podcast bertajuk "Bangkitkan Ekonomi Rakyat Bersama Koperasi" yang diselenggarakan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bogor di D'Karamba Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Sabtu, 4 Juli 2026.
Baca Juga: Viral Anggota Satlantas Polres Bogor Tolak Ajakan Damai Pengendara Motor di Puncak
Dalam kesempatan itu, Dedie menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bogor memandang koperasi bukan semata-mata sebagai badan usaha, melainkan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, pemerintah terus mendorong lahirnya koperasi yang dikelola secara profesional, sehat, transparan, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.
Podcast yang mengangkat tema "Warisan Sejarah Menuju Koperasi Digital Masa Depan" tersebut turut menghadirkan Ketua Dekopinda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, sebagai narasumber.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang diperingati setiap 12 Juli. Dalam diskusi tersebut dibahas berbagai isu, mulai dari peran koperasi dalam pembangunan ekonomi, dukungan Pemerintah Kota Bogor terhadap pengembangan koperasi, hingga manfaat yang dirasakan masyarakat melalui keberadaan koperasi.
Dedie menilai masa depan koperasi sangat dipengaruhi oleh keberhasilan transformasi digital serta penguatan ekonomi kerakyatan. Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa Kota Bogor memiliki nilai historis dalam perjalanan perkembangan koperasi di Indonesia, sehingga semangat tersebut perlu terus dijaga dan dikembangkan.
Ia juga menyebut upaya memperkuat koperasi sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menjadikan gerakan koperasi sebagai salah satu fondasi pembangunan ekonomi nasional.
Dalam hal ini, pemerintah berperan sebagai fasilitator, regulator, sekaligus mitra strategis agar koperasi semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Dedie, hadirnya program Koperasi Merah Putih menjadi momentum baru untuk memperluas peran koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia optimistis keberadaan program tersebut akan membuka lebih banyak peluang usaha dan memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan di berbagai daerah.
"Ddalam sejarah perjalanan koperasi, saat ini di Indonesia ada yang namanya Koperasi Merah Putih yang ke depan juga akan menciptakan peluang-peluang baru, ini kesempatan bagi ekonomi kerakyatan untuk terus tumbuh dan berkembang maju," ujar Dedie dalam keterangannya di laman resmi Pemerintah Kota Bogor.
Selain podcast, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan acara syukuran Dekopinda Kota Bogor bersama Tripatra General Insurance yang diisi dengan kegiatan berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan bahwa perhatian terhadap koperasi kini semakin besar, baik di tingkat daerah maupun nasional, salah satunya melalui pengembangan Koperasi Merah Putih. Menurutnya, koperasi tidak lagi identik dengan kalangan tertentu, tetapi juga harus mampu menarik minat generasi muda.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Dekopinda Kota Bogor berencana menghadirkan berbagai inovasi digital, di antaranya pengembangan Learning Management System (LMS), pembangunan situs web Dekopinda sebagai pusat informasi, serta penyediaan konten podcast yang dapat diakses masyarakat kapan saja.
Selain itu, Dekopinda juga mengembangkan Si Maxcel, yakni sistem manajemen akuntansi berbasis Microsoft Excel yang dirancang untuk membantu pengelolaan administrasi dan keuangan koperasi agar menjadi lebih mudah dan efisien.
Ade menambahkan, Dekopinda sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Bogor juga siap mendukung pengembangan Kota Bogor sebagai kota gastronomi.
Salah satu peran yang akan dijalankan adalah menjadikan koperasi sebagai agregator yang menghubungkan kebutuhan berbagai pihak sehingga sebagian kebutuhan sektor tersebut dapat dipenuhi melalui koperasi.
"Kita akan buatkan hulunya, yaitu dengan memerankan diri koperasi sebagai agregator di tengah, jadi seluruh kebutuhan itu nanti yang minimal sekian puluh persen terpenuhi lewat koperasi," kata Ade.
Ia menilai wajah koperasi di Kota Bogor kini telah mengalami banyak perubahan. Jika sebelumnya lebih dikenal sebagai lembaga simpan pinjam, kini koperasi berkembang menjadi wadah yang memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, dan saling membantu demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Ade, keberhasilan pengembangan koperasi tidak bisa hanya mengandalkan para pengurus dan anggotanya. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar koperasi mampu memberikan manfaat yang lebih luas serta memenuhi kebutuhan masyarakat dengan tetap berlandaskan nilai gotong royong dan kekeluargaan.
Editor : Eka Rahmawati