RADAR BOGOR – Semangat berbagi dan mempererat ukhuwah mewarnai pelaksanaan Tabligh Akbar Muharram 1448 Hijriah di Masjid Al-Madinah Mutiara Bogor Raya, Kota Bogor, pada Minggu 12 Juli 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Dewan Kemakmuran Masjid Al-Madinah menyalurkan santunan kepada 85 anak yatim dan 270 dhuafa dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp91 juta.
Mengusung tema "Mengukir Amal Saleh, Meraih Keberkahan Bersama", kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum menyambut tahun baru Islam, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Sejak pagi, jamaah memadati ruang utama Masjid Al-Madinah. Lantunan dzikir, tahlil, dan shalawat menggema, menghadirkan suasana khusyuk yang mengiringi rangkaian acara.
Majelis Dzikir Mutiara membuka kegiatan dengan pembacaan dzikir dan tahlil yang diikuti seluruh jamaah.
Suasana semakin syahdu saat Majelis Ta'lim Al-Madinah menampilkan hadroh dan melantunkan Maulid Simtudduror, mengajak jamaah meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus mempersiapkan hati untuk mengikuti tausiyah.
Baca Juga: Presiden FIFA Mulai Serius Pertimbangkan Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim
Ketua DKM Al-Madinah, Slamet Iswantoro, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memakmurkan masjid.
Menurutnya, keberlangsungan berbagai program sosial dan keagamaan tidak hanya bergantung pada pengurus, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh jamaah.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas tingginya kepedulian masyarakat yang berhasil menghimpun dana santunan sebesar Rp91 juta.
Dana tersebut akan disalurkan kepada 85 anak yatim dan 270 warga dhuafa yang berada di lingkungan Perumahan Mutiara Bogor Raya, Graha Pajajaran, serta Kelurahan Katulampa.
"Alhamdulillah, amanah yang diberikan para jamaah dan para donatur berhasil kami himpun menjadi dana santunan sebesar Rp91 juta," kata Slamet.
"Semoga bantuan ini membawa manfaat bagi anak-anak yatim dan saudara-saudara kita yang membutuhkan serta menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang telah berpartisipasi," ungkap Slamet.
Bantuan yang terkumpul bukan sekadar angka, tetapi menjadi simbol kepedulian masyarakat yang bersama-sama menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.
Santunan tersebut diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Samsam Nurhidayat mengajak jamaah menjadikan bulan Muharram sebagai momentum memperbaiki kualitas diri melalui peningkatan ibadah dan kepedulian sosial.
Ia menekankan bahwa amal saleh tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui tindakan nyata seperti membantu sesama, menjaga tali persaudaraan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Baca Juga: Mekanisme Penyaluran hingga Besaran Bantuan PKH Tahap Ketiga Juli, Agustus, September 2026
"Muharram menjadi kesempatan untuk memulai lembaran baru. Amal saleh bukan hanya berupa ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga diwujudkan dengan kepedulian, berbagi kepada yang membutuhkan, serta memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat," tutur Ustadz Samsam.
Pesan tersebut tergambar jelas saat prosesi penyerahan santunan berlangsung. Senyum anak-anak yatim, rasa haru keluarga penerima manfaat, serta keikhlasan para donatur menjadi potret nyata bahwa nilai-nilai Islam dapat diwujudkan melalui aksi sosial yang langsung dirasakan masyarakat.
Bagi DKM Al-Madinah, program santunan bukan sekadar agenda rutin setiap Muharram.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya berbagi yang terus tumbuh di lingkungan masyarakat, sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan sosial.
Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini juga tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak.
Mulai dari Majelis Ta'lim Al-Madinah, warga Perumahan Mutiara Bogor Raya, hingga GISMAT MBR GP (Gerakan Infaq dan Shodaqoh Masyarakat Mutiara Bogor Raya dan Graha Pajajaran) yang bersama-sama mendukung terselenggaranya acara.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Baca Juga: Dedie Minta Operasional Bus Miniarta ke Kota Bogor Disetop, Ini Alasannya
Ketika berbagai elemen bersatu dalam satu tujuan, manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.
Melalui Tabligh Akbar Muharram 1448 Hijriah, Masjid Al-Madinah kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan penggerak kepedulian sosial.
Dari masjid, semangat berbagi terus tumbuh, persaudaraan semakin erat, dan keberkahan diharapkan mengalir bagi seluruh masyarakat. (***)
Editor : Yosep Awaludin