Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Groundbreaking PSEL Bogor Raya di Galuga Dikebut, Persiapan Lahan Ditargetkan Selesai 10 Hari

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 13 Juli 2026 | 22:36 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) meninjau lokasi proyek PSEL Bogor Raya di Desa Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor Senin, 13 Juli 2026. (Dok. Humas Pemkot Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) meninjau lokasi proyek PSEL Bogor Raya di Desa Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor Senin, 13 Juli 2026. (Dok. Humas Pemkot Bogor)

RADAR BOGOR – Persiapan pembangunan proyek strategis Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor terus dikebut. 

Proses pematangan lahan ditargetkan rampung dalam waktu 10 hari agar groundbreaking dapat dilakukan pada awal Agustus 2026.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nani Hendiarti, meninjau langsung lokasi pembangunan, Senin, 13 Juli 2026.

Dedie Rachim mengatakan penanganan persoalan sampah tidak bisa dilakukan oleh satu daerah saja. Menurutnya, dibutuhkan sinergi seluruh pihak agar pembangunan PSEL dapat segera dimulai.

Baca Juga: Koperasi Konsumen Karyawan RSUD Kota Bogor Raih Penghargaan, Perkuat Pinjaman Sosial Tanpa Bunga

"Jadi ada TNI-nya, ada pemerintah pusat, termasuk juga kami, kota dan kabupaten sudah benar-benar berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat menuju proses groundbreaking, supaya penanganan sampah yang dari hulu ke hilir itu bisa segera tuntas," ujar Dedie.

Wali Kota Bogor berharap kehadiran pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan dapat mempercepat penyelesaian berbagai kendala di lapangan.

"Insyaallah dengan ini bisa mengakselerasi semua hal-hal yang masih menjadi kendala atau hambatan di lapangan," katanya.

Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Bidang Pangan, Nani Hendiarti menjelaskan lahan seluas 8,7 hektare yang akan dibangun PSEL saat ini masih dalam proses pematangan melalui pekerjaan cut and fill. 

Nantinya kawasan tersebut akan diintegrasikan dengan pengolahan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA).

"Jadi dari Pemerintah Pusat yang dikoordinasikan oleh Kemenko Pangan, kami terus berkoordinasi erat dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian ESDM, dan juga Danantara sebagai pelaksana," terang Nani.

Menurutnya, lokasi pembangunan dinilai strategis karena berdekatan dengan rencana pembangunan fasilitas pirolisis milik TNI. 

Pirolisis akan mengolah sampah lama yang menumpuk di TPA, sedangkan PSEL digunakan untuk mengolah sampah baru yang masuk setiap hari.

"Jadi ini lebih strategis, lahannya kelihatannya sudah flat tinggal sedikit cut and fill saja, jadi tidak terlalu effort dan bisa percepatan," bebernya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade mengatakan kolaborasi Kota Bogor dan Kabupaten Bogor dalam penanganan sampah sudah terjalin sejak lama. 

Dukungan pemerintah pusat melalui proyek PSEL diharapkan mampu mempercepat penyelesaian persoalan sampah di Bogor Raya.

"Kota dan kabupaten sangat menyambut itu. Maka saya mengajak kepada semua pihak, bahwa isu sampah ini memang cukup panjang, mari kita bersama-sama untuk kita dukung," ucap Ade.

Ia berharap proses pematangan lahan dapat selesai dalam dua hingga tiga hari atau paling lambat 10 hari sehingga groundbreaking PSEL Bogor Raya bisa dilaksanakan sesuai target pada awal Agustus 2026. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
bogor PSEL Galuga