RADAR BOGOR - Pemantauan jentik nyamuk di Babakan Pasar, Kota Bogor sudah canggih. Mereka membuat website Sistem Informasi Juru Pemantau Jentik (Si Antik).
Inovasi pemantauan jentik nyamuk tersebut diinisiasi oleh UPTD Puskesmas Belong. Cara kerja Si Antik ini telah disosialisasikan pada Selasa 14 Juli 2026.
Inovator Si Antik Puskesmas Belong, Listya Noor Fitria Dali menjelaskan, website ini mulanya hanya berawal dari google form yang dirilis pada 2024 silam.
Saat itu kasus Demam Berdarah (DBD) tingkat Kota Bogor cukup tinggi. Bahkan seorang anak di Kelurahan Babakan Pasar meninggal akibat DBD.
“Kenapa ini harus terjadi? Kenapa anak ini harus kena DBD. Padahal DBD itu penyakit yang bisa dicegah dan bisa dilakukan pencegahan sebelumnya,” jelas Listya.
Insiden itu jadi pembelajaran serius. Mereka langsung berfikir cara menanggulangi DBD dalam bentuk tindakan nyata dan respon yang cepat.
Baca Juga: Rekomendasi Wisata Alam Kuningan 2026, Danau Jernih hingga Panorama Pegunungan
Pada dasarnya Si Antik berangkat daru dua teori kesehatan. Pertama yaitu H.L Blum yang menyebutkan empat faktor kesehatan masyarakat.
“Di teori Blum itu disebutkan yaitu, lingkungan 40 persen, perilaku 30 persen, fasilitas kesehatan 20, dan genetik 10 persen,” bebernya.
Berikutnya teori Stimulus Organism Respon (SOR). Melalui teori masyarakat mesti dapat stimulus yang baik, guna menghasilkan respon berupa pencegahan DBD.
“Kami kirim google form ke warga lewat WA Grup. Isinya pelaporan pemantauan jentik nyamuk. Alhamdulillah sekarang sudah berbentuk website,” ujarnya
Pembaruan Inovasi Si Antik baru dilakukan direntan bulan Juni dan Juli. Dalam penggunannya website ini dikerjasamakan dengan beberapa OPD.
Satu diantaranya Bapperida. Kemudian Disdukcapil, tujuannya agar user kader Jumantik dapat terdata dengan valid melalui NIK.
“Kemudian Kominfo. Sebab saat ini Si Antik masih menggunakan domain dan hosting mandiri berbayar dari Puskesmas. Kami mengharapkan dukungan dari OPD terkait untuk hal ini,” jelas Listya.
Warga juga turut dilibatkan dalam kerja Si Antik. Puskesmas telah membentuk 10 supervisor yang isinya para ketua RW di Kelurahan Babakan Pasar.
Baca Juga: Ferran Torres Dilaporkan Capai Kesepakatan Pribadi dengan PSG, Barcelona Siap Kehilangan?
“Setiap satu orang koordinator jumantik membina 10 orang warga sebagai kader jumantik, dan mereka langsung dibuatkan akun user,” ujarnya.
Setiap hari Jumat Kader Jumantik wajib membuat laporan terkat dengan pemantauan jentik melalui website Si Antik ini.
“Yang kami harapkan dari Si Antik bukan hanya sistem pelaporan atau sekadar angka, tetapi perubahan perilaku masyarakat agar bisa hidup lebih sehat,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin