RADAR BOGOR - Lomba Bogorku Bersih 2026 resmi memasuki tahap penilaian. Sebanyak 151 peserta dari berbagai kategori akan menjalani penilaian lapangan dan pendampingan mulai Juli hingga September 2026.
Tahapan tersebut disampaikan dalam Workshop Lomba Bogorku Bersih 2026 yang digelar di Paseban Sri Baduga, Selasa, 14 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi pembekalan bagi seluruh peserta sebelum tim juri turun langsung ke lapangan.
Baca Juga: Parkir di Eks Kawasan Plaza Bogor Disorot, Ini Penjelasan PPJ
CEO Radar Bogor, Nihrawati AS mengatakan seluruh peserta yang hadir merupakan peserta yang lolos ke tahap berikutnya. Mereka berasal dari 6 kategori, yakni Perumahan Swadaya sebanyak 51 peserta, Bank Sampah 27 peserta, Perumahan Teratur 27 peserta, Perumahan Tepi Sungai 17 peserta, SMP 15 peserta, dan SD 14 peserta.
"Tahun ini kita sudah memasuki tahapan yang krusial. Mulai Juli hingga September akan dilakukan penilaian lapangan sekaligus pendampingan. Tim penilai akan datang langsung ke wilayah peserta, sehingga workshop ini menjadi bekal untuk menghadapi proses tersebut," ujarnya.
Nihrawati menjelaskan, partisipasi masyarakat pada Lomba Bogorku Bersih tahun ini juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 62 kelurahan di Kota Bogor ikut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
Bogor Barat menjadi wilayah dengan partisipasi terbanyak, yakni 17 kelurahan. Disusul Tanah Sareal 14 kelurahan, Bogor Tengah delapan kelurahan, Bogor Utara delapan kelurahan, dan Bogor Timur lima kelurahan.
Sementara itu, Kelurahan Sindangrasa menjadi wilayah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 12 peserta. Kemudian Mulyaharja dan Cilendek masing-masing lima peserta, Kebon Pedas, Tanah Sareal, dan Ciparigi masing-masing empat peserta, serta Pamoyanan, Pasir Mulya, dan Kencana masing-masing tiga peserta.
Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan masa pendampingan untuk terus berinovasi dalam pengelolaan lingkungan dan persampahan di wilayahnya.
"Kami berharap Bapak dan Ibu dapat saling berbagi pengalaman, saling memotivasi, serta menghadirkan inovasi yang bisa diterapkan di lingkungan masing-masing," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan program Bogorku Bersih menjadi bagian dari upaya membangun budaya pengelolaan sampah dari sumbernya.
Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting sebelum Kota Bogor memiliki fasilitas pengolahan sampah modern.
"Bogorku Bersih merupakan persiapan kita menuju pengelolaan sampah yang lebih modern melalui PSEL. Namun, tantangan terbesar saat ini masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan," ujar Dedie.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bogor menargetkan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Galuga dan Kayumanis dapat beroperasi beberapa tahun ke depan.
Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mengolah hingga sekitar 1.000 sampai 1.513 ton sampah per hari sehingga persoalan sampah di hilir dapat ditangani lebih optimal.
Meski demikian, Dedie menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi. Perubahan perilaku masyarakat melalui program seperti Bogorku Bersih tetap menjadi kunci untuk mewujudkan Kota Bogor yang lebih bersih. (uma)
Editor : Eka Rahmawati