RADAR BOGOR - Pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang tepat sasaran menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan.
Untuk itu, Dewan Pimpinan Kota (DPK) APINDO Kota Bogor bersama Bumi Aki Learning Centre menggelar seminar Training Need Analysis (TNA): Strategi Menyusun Program Pelatihan yang Tepat Sasaran dan Berdampak bagi Perusahaan, Kamis, 16 Juli 2026.
Seminar yang berlangsung di Bumi Aki Learning Centre tersebut diikuti perwakilan dari 16 perusahaan dan institusi di Kota Bogor dan sekitarnya.
Baca Juga: Data Warga Calon Penerima Bansos Kota Bogor Akan Dicek Ulang, Dinsos Sasar 96 Ribu KPM
Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelaku usaha, khususnya pengelola SDM, untuk memahami strategi menyusun program pelatihan berdasarkan kebutuhan riil perusahaan.
Ketua DPK APINDO Kota Bogor, A. Zulfikar Priyatna, mengatakan Training Need Analysis (TNA) merupakan fondasi utama dalam penyusunan program pengembangan SDM.
Menurutnya, investasi pelatihan akan memberikan hasil maksimal apabila diawali dengan pemetaan kebutuhan kompetensi yang tepat.
“Pelatihan akan memberikan hasil maksimal apabila disusun berdasarkan kebutuhan nyata perusahaan. Karena itu, Training Need Analysis menjadi langkah awal yang sangat penting dalam pengembangan SDM,” ujarnya.
Seminar dibuka langsung oleh Zulfikar Priyatna dan dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bogor, Adi Novan. Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Panitia, Sukoco, sebagai wujud sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja.
Sementara itu, Direktur Bumi Aki Learning Centre, Anisha Desiliana Resti, menegaskan peningkatan kualitas SDM merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pihaknya akan terus menghadirkan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Kami meyakini pembangunan ekonomi daerah harus didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten. Karena itu, Bumi Aki Learning Centre akan terus menghadirkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri sehingga mampu meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus memperluas kesempatan kerja di Kota Bogor,” katanya.
Seminar menghadirkan praktisi Human Resources, Misiyan Ahardi, yang memiliki pengalaman lebih dari 24 tahun di bidang Human Resources, Industrial Relations, Talent Development, HRIS, dan People Development.
Dalam sesi pemaparan, peserta mendapatkan materi mengenai penyusunan program pelatihan berbasis kebutuhan organisasi, identifikasi kesenjangan kompetensi (competency gap), hingga teknik mengukur efektivitas investasi pelatihan.
Kegiatan ini diikuti peserta dari kalangan business owner, direktur, general manager, HR manager, HR supervisor, learning and development, hingga training manager.
Mereka berasal dari 16 perusahaan dan institusi, di antaranya PT Coats Rejo Indonesia, PT Agricon Indonesia, PT Nutrifood Indonesia, PT Perfetti Van Melle Indonesia, RS Azra Bogor, RS Islam Bogor, RS PMI, serta sejumlah perusahaan dan lembaga lainnya di Bogor.
Seminar TNA merupakan program rutin DPK APINDO Kota Bogor bersama Bumi Aki Learning Centre untuk membantu perusahaan membangun sistem pengembangan SDM yang lebih efektif.
Harapannya, setiap investasi pelatihan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas, inovasi, dan daya saing perusahaan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Bogor.(ded)
Editor : Eka Rahmawati