Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Di Balik Aksi Sleding Pagar Penjual Ketoprak di Bogor yang Viral di Media Sosial

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:19 WIB
Kentany Harja, penjual ketoprak yang viral berkat aksi sliding pagar. (Fauzan/Radar Bogor)
Kentanu Harja, penjual ketoprak yang viral berkat aksi sliding pagar. (Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Penjual ketoprak di Jalan Menteng atau depan RS Marzoeki Mahdi mendadak viral. Aksi sliding pagar yang dilakukannya, menarik simpatik banyak pihak.

Penjual Ketoprak, Kentanu Harja (23) mengatakan aksi sleding pagar dilakukan saat dirinya hendak menyajikan makanan di balik pagar rumah sakit.

“Kita kan jualan di depan pagar, sementara pembeli kebanyakan yang jaga pasien, dokter, atau perawat di rumah sakit ini,” kata pria yang akrab disapa Ken itu kepada Radar Bogor Jumat, 17 Juli 2026.

Aksi sleding pagar ini mulai dilakukan pada empat bulan lalu. Awalnya Ken harus berputar jauh untuk menyajikan makanan kepada pelanggannya.

Baca Juga: Data Warga Calon Penerima Bansos Kota Bogor Akan Dicek Ulang, Dinsos Sasar 96 Ribu KPM

“Kan terlalu jauh, sementara pembelinya ramai, jadinya pengen cepet nganter makanan biar sat-set gitu. Jadinya sliding piring aja,” ujar Ken.

Atraksi Ken tidak serta berjalan mulus, ia sesekali gagal hingga ketoprak yang sudah diraciknya tumpah dan berceceran ke tanah.

Namun kegagalan itu tidak membuatnya menyerah, ia pun terus berulang kali mencoba hingga akhirnya aksi sliding pagar menjadi bagian dari keunikannya.

“Baru lancar-lancarnya mah sebulan ini, kalau slidinh si sebenernya uda dari empat bulan cuma tadi beberapa kali gagal,” terang Ken.

Ken mengaku banyak pelanggan yang syok saat menyaksikan langsung aksinya itu dan jika berhasil mereka sesekali tepuk tangan.

“Awalnya banyak yang syok, pada kaget, katanya hampir copot jantung, saya juga gak nyangka ini bisa viral padahal saya jarang main medsos,” ujar Ken.

Tidak sedikit konten kreator yang sengaja datang untuk melihat aksi slidinh pagarnya. Ken mengaku, kehadiran mereka cukup membawa berkah usahanya.

Dalam sehari ia bisa menjual hingga 100 porsi, kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa tahun kebelakang yang hanya bisa terjual 60 porsi.

“Saya buka dari pagi sampai sore. Biasanya mulai ramai jan 12.00 WIB saat jam makan siang. Alhamdulillah setelah viral bisa sampai 100 porsi per hari,” ucap Ken.

Ketoprak sendiri merupakan usaha keluarga Ken. Usaha ini sudah berlangsung selama 10 tahun, hanya saja Ken baru menggelutinya sejak tiga tahun silam.

“Kalau ini si sudah 10 tahun cuman ganti-ganti orang, saya mah baru tiga tahun di sini, alhamdulillah banyak orang-orang baik,” pungkasnya (bay)

Editor : Eka Rahmawati
bogor viral ketoprak