Disperumkim Kota Bogor Pasang GPS dan Sensor BBM, Kejar Efisiensi Operasional Armada

Dede Supriadi • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 22:01 WIB
Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaki, bersama Sekretaris Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan saat memberikan keterangan terkait GPS tracker dan sensor BBM. (Dok. Radar Bogor)
Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaki, bersama Sekretaris Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan saat memberikan keterangan terkait GPS tracker dan sensor BBM. (Dok. Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor mulai menerapkan sistem pemantauan digital pada armada operasionalnya. Melalui pemasangan perangkat GPS tracker dan sensor bahan bakar (BBM), penggunaan kendaraan dinas diharapkan lebih efisien, terukur, dan akuntabel.

Inovasi tersebut menjadi langkah baru Disperumkim untuk menekan pemborosan BBM sekaligus memastikan kendaraan operasional digunakan sesuai kebutuhan pelayanan.

Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaki, mengatakan tingginya biaya operasional menjadi salah satu alasan penerapan sistem tersebut. Pasalnya, kendaraan dinas pemerintah menggunakan bahan bakar Dexlite yang memiliki harga lebih tinggi dibanding solar bersubsidi.

“Jika tidak ada strategi dan perubahan ke depan, pemborosan bahan bakar sangat rentan terjadi. Melalui inovasi yang diinisiasi Pak Sekdis ini, kami ingin memastikan penggunaan BBM benar-benar efisien dan pergerakan armada dapat terpantau dengan jelas (tracking),” ujarnya kepada wartawan, Rabu, 22 Juli 2026.

Baca Juga: September 2026 Mulai Dibangun, Museum Pajajaran di Batutulis Kota Bogor Dapat Suntikan Dana Rp13,5 Miliar

Menurut Chusnul, selain menghemat anggaran, sistem tersebut juga berfungsi mengawasi mobilitas kendaraan dinas agar tidak digunakan di luar tugas pokok dan fungsi. Dengan demikian, usia pakai armada diharapkan lebih panjang.

Sementara itu, Sekretaris Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan, menjelaskan setiap kendaraan akan dilengkapi tiga perangkat utama, yakni GPS tracker, fuel sensor, dan smart card yang mampu merekam seluruh transaksi serta konsumsi BBM.

“Penghitungan kebutuhan BBM ke depan tidak lagi dikira-kira, melainkan berbasis bukti (evidence-based). Data pergerakan rute dan jarak tempuh kendaraan yang terekam secara riil akan menjadi patokan dasar pengalokasian anggaran BBM,” jelas Erwin.

Ia mengatakan, pemasangan perangkat telah dimulai sejak 15 Juli 2026. Saat ini Disperumkim masih mengumpulkan data dan melakukan analisis hasil uji coba.

“Targetnya pertengahan Agustus nanti kita sudah mendapatkan angka pasti persentase efisiensinya. Hasil analisis ini yang kelak dijadikan standar perencanaan anggaran BBM untuk periode-periode berikutnya,” tambahnya.

Erwin menilai, inovasi berbasis teknologi tersebut menjadi yang pertama diterapkan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bogor. Ia berharap sistem serupa dapat diadopsi oleh OPD lain maupun pemerintah daerah lainnya.

Saat ini, sebanyak 15 kendaraan operasional telah dipasangi perangkat pemantau. Ke depan, Disperumkim menargetkan seluruh armada yang berjumlah sekitar 40 unit dapat dilengkapi sistem tersebut secara bertahap.

Armada yang menjadi sasaran meliputi truk pengangkut sampah, truk penyiraman tanaman, kendaraan sky lift untuk pemeliharaan pohon, hingga kendaraan operasional roda tiga.(ded)

Editor : Eka Rahmawati
GPS bogor Disperumkim