Aduan Warga Tembus 1.328 Laporan, SiBadra Perkuat Layanan Pengaduan Digital

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 20:14 WIB
Layanan pengaduan digital SiBadra di Kota Bogor. (Dok. Pemkot Bogor)
Layanan pengaduan digital SiBadra di Kota Bogor. (Dok. Pemkot Bogor)

RADAR BOGOR – Pemanfaatan layanan pengaduan digital SiBadra di Kota Bogor terus meningkat. Hingga 20 Juli 2026, tercatat 1.328 laporan warga masuk melalui platform tersebut.

Jumlah itu naik 64 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 808 laporan. Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator semakin banyak warga memanfaatkan SiBadra untuk menyampaikan aduan terkait pelayanan publik.

Plt Kepala Diskominfo Kota Bogor Iceu Pujiati mengatakan, dari 1.328 laporan yang masuk, sebanyak 52 persen sudah selesai ditindaklanjuti. Sementara 35 persen lainnya masih dalam proses.

“Rata-rata waktu laporan diteruskan ke perangkat daerah sekitar tujuh menit,” kata Iceu.

Menurutnya, aduan yang paling banyak disampaikan warga berkaitan dengan penerangan jalan umum, sampah atau kebersihan, serta ketertiban umum.

Baca Juga: Wacana CFD di Kota Bogor Kembali Bergulir, Jalan R3 Jadi Opsi Lokasi Penyelenggaraan

Setelah laporan diteruskan, rata-rata perangkat daerah membutuhkan waktu tiga sampai empat hari untuk memberikan respons. Diskominfo terus melakukan pemantauan untuk memastikan setiap laporan mendapat tindak lanjut.

Iceu menjelaskan, pengelolaan aduan dilakukan melalui monitoring harian pada dashboard SiBadra. Diskominfo juga memberikan pengingat kepada admin perangkat daerah dan melakukan koordinasi terhadap laporan yang belum ditindaklanjuti sesuai standar operasional prosedur.

“Yang menjadi kendala dalam tindak lanjut antara lain koordinasi dan verifikasi yang membutuhkan keterlibatan perangkat daerah sesuai kewenangannya, terutama laporan yang membutuhkan pengecekan lapangan atau melibatkan lebih dari satu perangkat daerah,” jelasnya.

Selain koordinasi, perubahan petugas pengelola pengaduan di perangkat daerah juga dapat memengaruhi kecepatan tindak lanjut.

Karena itu, monitoring dan koordinasi dilakukan secara berkala untuk memastikan laporan warga dapat diselesaikan sesuai standar pelayanan.

Di sisi lain, Pemkot Bogor terus mengembangkan SiBadra agar lebih mudah digunakan masyarakat. Sepanjang 2026, pengembangan platform diarahkan pada pembaruan UI/UX, dashboard, analitik, dan pemanfaatan artificial intelligence (AI).

Iceu mengatakan, pengembangan tersebut menjadi bagian dari transformasi SiBadra sebagai kanal pengaduan masyarakat yang lebih modern dan inklusif.

“Ke depan, pengembangan difokuskan pada peningkatan pengalaman pengguna, pemanfaatan AI dan dashboard analitik, serta perluasan fitur aksesibilitas agar pelayanan pengaduan semakin cepat, tepat, dan berbasis data,” ujarnya.

Dengan penguatan tersebut, SiBadra diharapkan tidak sekadar menjadi kanal penyampaian keluhan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pelayanan publik yang membantu pemerintah memetakan persoalan warga berdasarkan data pengaduan. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
bogor SiBadra pengaduan