Dari Kota Bogor, Komitmen Jaga Jawa Barat dari Hoaks dan Provokasi

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:48 WIB
Forkopimda dan masyarakat Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat di Mapolresta Bogor Kota, Jumat (14/8/2026).  (Diskominfo)
Forkopimda dan masyarakat Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat di Mapolresta Bogor Kota, Jumat (14/8/2026). (Diskominfo)

RADAR BOGOR - Upaya menjaga keamanan dan kerukunan di Jawa Barat (Jabar), kembali digaungkan dari Kota Bogor.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, serta berbagai unsur masyarakat menggelar Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat di Mapolresta Bogor Kota, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut, menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membangun komitmen bersama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Suasana apel semakin bermakna, karena digelar menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga: Bansos PKH BNPT Cair, Ini Update Perkembangan Bank Penyalur KKS 14 Agustus 2026

Semangat nasionalisme, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama menjadi pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Deklarasi Jadi Komitmen Bersama

Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat, tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat juga menuangkan komitmen mereka melalui deklarasi serta penandatanganan bersama.

Sejumlah poin ditekankan dalam deklarasi tersebut, mulai dari menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, memelihara kamtibmas, hingga memperkuat kerukunan, toleransi, kebersamaan, dan semangat gotong royong.

Masyarakat juga diajak, untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Penolakan terhadap hoaks dan provokasi menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan suasana Jawa Barat yang aman dan damai.

Selain itu, perhatian juga diarahkan kepada generasi muda.

Pemerintah bersama aparat dan masyarakat berkomitmen melindungi generasi penerus dari ancaman narkoba, kekerasan, kejahatan, serta berbagai persoalan sosial lainnya.

Ini Komitmen untuk Saling Menjaga

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, apel tersebut merupakan wujud komitmen bersama antara Pemkot Bogor, TNI-Polri, Forkopimda, dan masyarakat.

Menurut Dedie, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat.

Baca Juga: Bank bjb dan Persib Kembali Berkolaborasi, Satukan Semangat Juara

Seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus menjaga persaudaraan.

“Hari ini kita dari Jawa Barat melaksanakan Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat yang merupakan komitmen bersama untuk menguatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika dan toleransi serta menjaga dan melindungi masyarakat dari gangguan kamtibmas,” kata Dedie.

Ia menilai, semangat tersebut menjadi semakin penting di tengah kehidupan masyarakat yang beragam. Perbedaan, kata dia, harus dirawat sebagai kekuatan untuk membangun kebersamaan.

Momentum menjelang HUT Kemerdekaan RI juga diharapkan, dapat memperkuat rasa patriotisme dan kecintaan terhadap bangsa.

TNI-Polri Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Plh. Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Budhi B. Pratidina menegaskan, TNI dan Polri memiliki tugas untuk mengawal berbagai program pemerintah sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu fokusnya, kata dia, menciptakan dan mempertahankan kondisi kamtibmas yang kondusif. Namun, tugas tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat.

Karena itu, sinergi antara aparat keamanan dan warga dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan Jawa Barat, khususnya di wilayah Kota Bogor.

Masyarakat tidak hanya diposisikan sebagai penerima pelayanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan masing-masing agar tetap aman dan nyaman.

Tangkal Hoaks dari Lingkungan Terdekat

Sementara itu, Dandim 0606/Kota Bogor, Kolonel Kav Gan Gan Rusgandara bersama Dandenpom III/I Bogor, Letkol CPM Herdy menekankan pentingnya kolaborasi untuk mencegah penyebaran hoaks dan provokasi.

Menurut mereka, informasi yang menyesatkan dapat memicu keresahan apabila tidak disikapi secara bijak.

Baca Juga: Hammam Siswa Kelas X SMAN 3 Cibinong Bogor Raih Juara Pertama Kejurnas Lompat Tinggi U-16

Karena itu, pencegahan perlu dilakukan bersama dengan memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan, tidak hanya berlangsung di tingkat pemerintahan atau aparat, tetapi menjangkau masyarakat hingga lingkungan paling kecil.

Dengan sinergi tersebut, masyarakat diharapkan semakin kritis dalam menerima informasi, tidak mudah terprovokasi, serta mampu ikut menjaga suasana tetap kondusif.

Jaga Jawa Barat Dimulai dari Kebersamaan

Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat di Kota Bogor pada Jumat (14/8/2026) menjadi pengingat, keamanan dan kedamaian tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja.

Pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi.

Mulai dari menjaga kerukunan di lingkungan sekitar, menolak hoaks, tidak menyebarkan provokasi, hingga melindungi generasi muda dari berbagai ancaman.

Semangat tersebut diharapkan, terus tumbuh setelah apel berakhir.

Baca Juga: Giliran KKS Mandiri! Bansos PKH Tahap 3 Terpantau Masuk di Sejumlah Daerah Ini

Sebab, menjaga Jawa Barat bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang perlu diwujudkan melalui kepedulian dan tindakan bersama setiap hari. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
polri bogor jawa barat tni Dedie A. Rachim