RADAR BOGOR – Ribuan siswa Yayasan Islamic Centre (YIC) Al-Ghazaly mengikuti kegiatan Mapag Mulud Nabi Muhammad SAW dan ziarah makam, Sabtu 15 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperingati Maulid Nabi, sekaligus mengenalkan sosok ulama besar Bogor, KH Abdullah bin Nuh, kepada generasi muda.
Ketua Gudep Putra YIC Al-Ghazaly, Empay Supiani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yayasan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi sekaligus Haul KH Abdullah bin Nuh dan Nenek Ajengan Hj. Mursyidah binti KH Abdullah Sayuti.
“Yang terlibat hampir 2.000-an siswa, dari tingkat SD YIC, SMP, Mts, SMK, hingga SMA,” kata Empay.
Kegiatan diawali dengan salat Dhuha bersama dan sambutan Ketua Umum YIC Al-Ghazaly.
Setelah itu, ribuan siswa mengikuti pawai Mapag Mulud dengan berjalan kaki menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Bogor.
Baca Juga: Pemula Wajib Tahu! Ini 5 Komponen Penting yang Harus Dicek Saat Servis Motor Matic
Pawai dimulai dari lingkungan YIC Al-Ghazaly menuju Jalan Mawar, Jalan Merdeka, kawasan PGB, Patung Kapten Muslihat, Jalan Perintis Kemerdekaan, hingga lokasi makam Mama Abdullah dan Nenek Ajengan untuk melaksanakan ziarah.
Barisan pawai dikawal mobil patroli kepolisian, kemudian diikuti pasukan Pramuka yang membawa foto Mama Abdullah dan bendera, mobil pikap tim hadroh, barisan peserta didik dari berbagai jenjang, dewan guru dan pendamping, serta tim penyapu dari kepolisian.
Empay mengatakan, salah satu pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan tersebut adalah mengenalkan KH Abdullah bin Nuh kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam pawai, para siswa sengaja membawa foto ulama yang dikenal sebagai Mama Abdullah tersebut.
“Kita punya ikon ulama besar. Dalam pawai tadi anak-anak membawa foto Mama Abdullah agar masyarakat tahu siapa beliau. Mama Abdullah itu tokoh ulama bertaraf internasional yang diakui banyak pihak, namun generasi sekarang banyak yang belum tahu,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan berjalan kaki juga memiliki filosofi tersendiri. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi, pawai tersebut dimaknai sebagai pesan moral yang berkaitan dengan perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.
Empay menilai kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui keberadaan YIC Al-Ghazaly dan kiprah yayasan dalam bidang pendidikan.
Di sisi lain, kemunculan ribuan siswa di jalan juga diharapkan membuat masyarakat semakin mengenal sosok KH Abdullah bin Nuh.
“Kita punya ikon ulama besar bertaraf internasional. Itulah inti pesan yang ingin disampaikan,” katanya.
Ia mengakui pelaksanaan pawai sempat menyebabkan penumpukan kendaraan di sejumlah ruas jalan.
Baca Juga: Tinjau Fasilitas PPLI, Menteri LH Tekankan Pentingnya Sistem Pengelolaan Limbah B3
Namun, menurutnya, hal tersebut menjadi konsekuensi dari kegiatan yang hanya dilaksanakan satu kali dalam setahun.
“Kami mohon maaf kepada para pengguna jalan atau sopir. Tapi di balik kemacetan itu ada warga yang bertanya, ‘Ini ada acara apa?’ dan jadi tahu kalau ini adalah acara Haul Mama,” tuturnya.
Ketua Gudep Putri YIC Al-Ghazaly, Budi Astuti menambahkan, peserta kegiatan berasal dari seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan yayasan, mulai SD, SMP, MTs, SMA hingga SMK Al-Ghazaly.
Selain itu terdapat pula peserta dari Sekolah Abdullah Bin Nuh (ABN) yang masih berada dalam satu yayasan.
Budi menjelaskan, Mapag Mulud dan ziarah makam menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Haul yang berlangsung selama beberapa hari.
Setelah kegiatan tersebut, yayasan akan menggelar berbagai agenda lain, mulai dari perlombaan internal antarsiswa, majelis taklim, pengajian pelajar hingga Tabligh Akbar untuk masyarakat umum.
“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun kegiatannya semakin meriah. Karena ini program resmi yayasan, insyaallah agenda ini akan terus berlanjut,” ujar Budi.
Baca Juga: Bansos PKH KKS Bank BRI Cair 15 Agustus 2026, Ini Daerah dan Nominal yang Sudah Masuk
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi dapat menumbuhkan semangat siswa untuk meneladani Nabi Muhammad SAW serta para tokoh pendiri dan ulama yang memiliki kontribusi bagi masyarakat.
Selain itu, pihak panitia juga melakukan koordinasi dengan kepolisian dan Babinsa untuk memastikan pawai berjalan tertib, terutama ketika peserta harus menyeberangi sejumlah ruas jalan.
Evaluasi juga akan dilakukan setelah kegiatan untuk memperbaiki pelaksanaan pada tahun berikutnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin