Temu Alumni Perdana Fahutan UNB Bogor, 1.400 Rimbawan Perkuat Kolaborasi Menuju Indonesia Emas

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33 WIB
Para alumni Fahutan UNB Bogor foto bersama pada kegiatan Temu Alumni di Auditorium UNB.
Para alumni Fahutan UNB Bogor foto bersama pada kegiatan Temu Alumni di Auditorium UNB.

RADAR BOGOR – Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa (UNB) Bogor mengadakan kegiatan Temu Alumni perdana di Auditorium UNB, Jalan KH Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Sabtu 15 Agustus 2026.

Temu Alumni Fakultas Kehutanan UNB tersebut dihadiri ratusan peserta yang merupakan perwakilan alumni program S1 dan D3, mulai angkatan pertama tahun 1990 hingga lulusan 2025 dengan mengusung tema “Sinergi Rimbawan Nusa Bangsa: Berkolaborasi untuk Indonesia Emas.”

Pertemuan ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarlulusan sekaligus membangun jejaring profesional.

Selain itu, alumni diharapkan dapat melahirkan kolaborasi nyata untuk almamater dan bangsa serta memberikan motivasi dan keteladanan bagi mahasiswa Fakultas Kehutanan UNB yang masih aktif.

Rangkaian acara diawali dengan penanaman pohon secara simbolis yang dikomandoi oleh Dekan Fahutan UNB Prof. Dr. Ir. Luluk Setyaningsih, M.Si., IPU, di lingkungan Kampus UNB Bogor sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. 

Suasana kegiatan Temu Alumni Fahutan UNB
Suasana kegiatan Temu Alumni Fahutan UNB

Agenda kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor UNB Prof. Dr. Ir. Budi Mulyanto, M.Sc., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor Rudy Mashudi, ST., MP, serta Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kementerian Kehutanan Drh. Indra Exploitasia, M.Si.

Baca Juga: Resep Martabak Teflon Lembut dan Bersarang Sempurna ala Rumahan

Rektor UNB Dorong Alumni Terus Berkontribusi

Rektor UNB Prof. Dr. Ir. Budi Mulyanto, M.Sc. mengaku bersyukur dan bangga atas terselenggaranya Temu Alumni Fakultas Kehutanan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk kembali mempererat hubungan kekeluargaan antara alumni dari berbagai generasi.

Ia menilai hubungan antara alumni dengan almamater tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan. Para lulusan justru memiliki posisi strategis untuk memberikan kontribusi di berbagai bidang.

“Hubungan emosional antara alumni dan kampus akan tetap terjaga meskipun para lulusan telah lama meninggalkan bangku kuliah. Alumni memiliki kesempatan besar untuk memberikan kontribusi di pemerintahan, sektor swasta, dunia akademik, hingga kegiatan lingkungan,” ujar Budi.

Karena itu, ia mengajak para alumni mengambil bagian dalam pengembangan kampus, mulai dari memberikan masukan terhadap kurikulum, mendukung peningkatan fasilitas, hingga membantu mahasiswa aktif melalui program mentoring maupun berbagi pengalaman profesional.

Budi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Temu Alumni Fakultas Kehutanan UNB.

DLH Kota Bogor Soroti Pentingnya RTH

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor Rudy Mashudi mengapresiasi pelaksanaan Temu Alumni Kehutanan UNB.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara UNB dengan Pemerintah Kota Bogor, khususnya dalam bidang lingkungan hidup.

Menurut Rudy, keilmuan kehutanan memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat perkotaan, termasuk dalam upaya menyediakan dan mempertahankan ruang terbuka hijau (RTH).

 

Ia menjelaskan, kebutuhan RTH perkotaan menjadi salah satu hal penting yang harus terus diperhatikan.

Baca Juga: Fenomena Bansos Cair Dobel Agustus 2026, Ini Penjelasan Lengkap agar Tidak Salah Paham

Berdasarkan target yang disampaikan dalam naskah tersebut, kebutuhan RTH terdiri dari 30 persen, dengan 20 persen berupa RTH publik dan 10 persen RTH privat.

Sementara itu, capaian RTH publik di Kota Bogor disebut masih sekitar 5 persen. Kebun Raya Bogor yang memiliki luas sekitar 84 hektare juga disebut baru berkontribusi sekitar 1 persen terhadap luas wilayah Kota Bogor.

Rudy menilai penanaman pohon yang dilakukan dalam rangkaian Temu Alumni Fahutan UNB menjadi bagian dari langkah konservasi dan upaya menjaga lingkungan Kota Bogor.

Ia juga menyinggung perubahan iklim yang dirasakan di Kota Bogor. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, terdapat kenaikan sekitar 1 derajat dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Rudy, kondisi itu menunjukkan pentingnya menjaga tutupan lahan sekaligus meningkatkan perhatian terhadap isu perubahan iklim. 

Ia mengingatkan, perubahan dari climate change menuju climate disaster dapat terjadi apabila persoalan lingkungan tidak ditangani secara serius.

Kementerian Kehutanan Tekankan Tiga Aspek Kehutanan

Kepala BPPSDM Kementerian Kehutanan Drh. Indra Exploitasia, M.Si. mengatakan, hutan memiliki peran penting yang tidak hanya berkaitan dengan fungsi ekologis.

Menurutnya, pengelolaan kehutanan juga harus memperhatikan aspek ekonomi dan sosial.

Pembangunan sektor kehutanan harus tetap berjalan, tetapi dilakukan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Pengelolaan hutan tidak cukup hanya melihat fungsi ekologis. Aspek ekonomi dan sosial juga harus menjadi perhatian. Masyarakat yang berada di sekitar maupun di dalam kawasan hutan merupakan bagian penting yang tidak boleh dilepaskan dari pengelolaan kehutanan,” jelas Indra.

Baca Juga: 4 KKS Bank Kompak Cair Bansos Tahap 3, Tapi Ini Bedanya PKH dan BPNT yang Sering Dikira Sama

Ia menyebut terdapat sejumlah sasaran strategis Kementerian Kehutanan yang perlu menjadi perhatian, salah satunya menjaga tutupan hutan.

 Menurutnya, perubahan ketentuan terkait kewajiban minimal tutupan kawasan hutan tidak berarti tanggung jawab menjaga kelestarian hutan menjadi hilang.

Indra juga membuka peluang kolaborasi untuk menjadikan kawasan C4 sebagai salah satu bagian dari hutan kota yang dapat mendukung tutupan hijau perkotaan.

Namun, tutupan hutan menurutnya tidak boleh hanya dilihat dari luas kawasan. Keberadaan keanekaragaman hayati juga menjadi indikator penting.

“Tutupan hutan harus berjalan bersama dengan keberadaan keanekaragaman hayati. Hutan bukan sekadar kawasan yang sunyi, tetapi harus menjadi ruang hidup bagi berbagai jenis satwa dan tumbuhan,” katanya.

Masyarakat Harus Terlibat dalam Pengelolaan Hutan

Indra melanjutkan, sasaran strategis lainnya adalah mendorong keterlibatan aktif masyarakat melalui kebijakan perhutanan sosial.

Masyarakat yang tinggal di dalam maupun sekitar kawasan hutan dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan karena mereka berada paling dekat dengan kawasan tersebut setiap hari.

Ia mengatakan, aparat seperti polisi kehutanan, penyuluh kehutanan, pengendali ekosistem hutan, dan Manggala Agni memiliki keterbatasan untuk berada setiap saat di seluruh kawasan. Karena itu, pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan hutan.

Selain itu, Kementerian Kehutanan juga tengah memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas hasil hutan bukan kayu (HHBK).

Indra menyebut kompetensi para rimbawan perlu terus ditingkatkan agar pengelolaan HHBK dapat berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Jamuan Rakyat di Istana Bogor Disambut Antusias Warga, Dedie Minta Jadi Tradisi Tahunan

Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Kehutanan memiliki assessment center dengan akreditasi A yang dapat dimanfaatkan para rimbawan untuk memperoleh sertifikasi kompetensi.

Dalam konteks agroforestri, Indra menjelaskan bahwa konsep yang dimaksud bukan sekadar menempatkan tanaman pertanian di dalam kawasan hutan.

Agroforestri harus dilakukan dengan tetap mempertahankan tegakan hutan dan memadukannya dengan tanaman pertanian secara tepat.

Menurutnya, pengelolaan tersebut berkaitan dengan upaya membangun ketahanan pangan, air, dan energi untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas. Ia menambahkan satu aspek penting lainnya, yakni keanekaragaman hayati.

“Keanekaragaman hayati menjadi bagian penting dalam pengelolaan kehutanan. Empat aspek tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab para forester untuk membawa nilai-nilai kehutanan di mana pun mereka berkarya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, seorang rimbawan sejati tidak hanya bekerja di sektor kehutanan, tetapi tetap membawa nilai dan semangat kehutanan dalam setiap bidang pekerjaan yang dijalani.

Alumni Kehutanan UNB Capai 1.400 Orang

Ketua Pelaksana Temu Alumni Kehutanan UNB, Nurjaman, mengatakan jumlah alumni Fakultas Kehutanan UNB saat ini telah mencapai sekitar 1.400 orang berdasarkan data yang dimiliki fakultas.

Para alumni tersebut telah tersebar di berbagai daerah dan bidang pekerjaan, bahkan terdapat alumni yang berkarier di luar negeri.

Salah satunya hadir dalam kegiatan tersebut setelah lebih dari 20 tahun tinggal dan bekerja di Jepang.

“Data yang kami miliki menunjukkan alumni Kehutanan UNB sudah mencapai sekitar 1.400 orang. Mereka tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Bogor, Jakarta, Jawa, Tangerang, Kalimantan, Sumatera, wilayah Indonesia Timur, hingga ada yang bekerja di Jepang,” kata Nurjaman.

Baca Juga: Puluhan Hadiah Digantung di Atas Kali, Begini Keseruan Lomba 17-an Warga Kutajaya Bogor

Menurutnya, Temu Alumni Kehutanan UNB yang digelar kali ini merupakan kegiatan perdana. Ia berharap agenda tersebut dapat dilaksanakan secara rutin sehingga semakin banyak alumni yang berpartisipasi.

Temu alumni juga dinilai penting sebagai wadah silaturahmi lintas generasi, mulai dari alumni angkatan 1990 hingga lulusan tahun 2025.

Nurjaman menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni dan pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Ia menyebut acara terlaksana berkat dukungan sejumlah pihak, termasuk PT Blantara Indo Konsultan dan PT Bestari Casa Laboratori sebagai sponsor.

Ia juga mengapresiasi para alumni yang turut memberikan dukungan untuk menyukseskan acara.

“Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan, baik dari sisi penyambutan maupun fasilitas. Karena itu, kami memohon maaf apabila masih ada hal-hal yang belum maksimal,” tutur Nurjaman.

Nurjaman Terpilih Jadi Ketua IKA Fahutan UNB

Temu Alumni Kehutanan UNB juga diisi dengan sesi Rimbawan Talk. Forum tersebut menjadi ruang diskusi dan bincang santai mengenai pengalaman serta kisah sukses sejumlah alumni Fakultas Kehutanan UNB.

Selain diskusi, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemilihan Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Kehutanan UNB untuk masa bakti berikutnya.

Baca Juga: Keseruan Jamuan Rakyat di Istana Bogor, Warga Ikut Balap Karung hingga Serbu Kuliner Gratis

Dalam pemilihan tersebut, Nurjaman, alumni Fakultas Kehutanan UNB angkatan 1996, ditetapkan sebagai Ketua IKA Fakultas Kehutanan UNB.

Terpilihnya Nurjaman diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan jejaring alumni sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih luas antara alumni, almamater, mahasiswa, pemerintah, dunia usaha, serta berbagai pihak yang bergerak di bidang kehutanan dan lingkungan.

Melalui Temu Alumni perdana ini, semangat “Sinergi Rimbawan Nusa Bangsa: Berkolaborasi untuk Indonesia Emas” diharapkan tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi berlanjut dalam bentuk kerja sama dan kontribusi nyata bagi lingkungan, masyarakat, almamater, dan pembangunan Indonesia. (***)

Editor : Yosep Awaludin
Temu Alumni kota bogor fakultas kehutanan unb