RADAR BOGOR - Pemkot Bogor terus memperkuat langkah pengendalian inflasi di tengah perubahan harga sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan setelah Kota Bogor mencatat deflasi sebesar 0,25 persen pada Juli 2026. Dengan capaian itu, inflasi year on year (yoy) Kota Bogor berada di angka 2,44 persen.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor, Dewi, mengatakan angka tersebut menjadi tingkat inflasi terendah ketiga di wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Barat.
“Pada bulan Juli tahun 2026, Kota Bogor mengalami deflasi cukup dalam sebesar 0,25 persen, sehingga tingkat inflasi yoy-nya sebesar 2,44 persen,” kata Dewi.
Deflasi tersebut terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman dan tembakau. Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 1,38 persen dengan andil deflasi 0,37 persen.
Sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama penurunan harga. Di antaranya bawang merah, cabai merah, cabai rawit dan daging ayam ras.
Baca Juga: BNI Akhirnya Susul Mandiri, Saldo Bansos BPNT Rp600 Ribu Masuk ke Wilayah Ini
Penyumbang deflasi terbesar kedua berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 1,12 persen dengan andil deflasi 0,07 persen. Penurunan tersebut dipengaruhi turunnya harga emas perhiasan.
Di sisi lain, tidak seluruh kelompok pengeluaran mengalami penurunan. Kelompok transportasi dan pendidikan justru mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut dipengaruhi harga bensin dan biaya sekolah.
Dewi menyebut Pemkot Bogor terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
Sejumlah program yang dijalankan antara lain penyaluran bantuan pangan bagi keluarga rawan pangan di enam kecamatan, gerakan pangan murah, serta pasar murah.
Pemkot juga menyalurkan bantuan bibit ikan nila bagi keluarga rawan stunting. Selain itu, bantuan alat dan mesin pertanian diberikan kepada dua kelompok tani. “Melaksanakan gerakan tanam cabe rawit di Kelompok Tani Wanita,” kata Dewi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bogor menjaga pasokan pangan sekaligus mengendalikan tekanan harga komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi. (uma)
Editor : Yosep Awaludin