RADAR BOGOR – Seorang sopir truk sampah berinisial A (70) ditemukan meninggal dunia saat berada di dalam kendaraannya di Jalan Raya Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Kamis 20 Agustus 2026.
Sopir truk itu ditemukan dalam posisi berada di balik kemudi. Sementara itu, truk sampah yang dikendarainya terparkir di sisi kiri Jalan Raya Bubulak, tepat di depan Terminal Bubulak.
Saat ditemukan, jasad sopri truk itu ditutup menggunakan kain berwarna merah. Petugas kepolisian yang berada di lokasi kemudian melakukan proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut.
Sempat Keluhkan Sakit Dada
Rekan kerja korban, Ade, mengungkapkan bahwa sebelum ditemukan meninggal, A sempat mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada rekannya.
Dalam pesan tersebut, korban menyampaikan bahwa dirinya telah mengonsumsi obat dan sedang merasakan sakit pada bagian dada.
“Dia sempat mengirim WhatsApp kepada saya. Isinya memberitahukan bahwa dia sudah minum obat, tetapi masih merasakan sakit di bagian dada,” ujar Ade saat ditemui Radar Bogor di lokasi kejadian.
Baca Juga: Update Status Bansos PKH BPNT Tahap 3, Pembagian Undangan Beras 30 Kg Per Desil
Mendapat pesan tersebut, Ade kemudian mencoba menghubungi korban melalui sambungan telepon.
Sekitar pukul 09.20 WIB, korban sempat mengangkat telepon. Namun, menurut Ade, saat itu tidak terdengar suara dari korban.
“Saya langsung berangkat dari Ciawi menuju lokasi. Ketika sampai, kondisinya sudah seperti itu. Saya tidak berani melakukan apa-apa dan hanya mengambil telepon genggamnya untuk menghubungi pihak keluarga,” tuturnya.
Sudah Empat Tahun Jadi Sopir Truk DLH
Truk sampah yang digunakan korban diketahui merupakan kendaraan milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.
Menurut Ade, korban telah menjalani pekerjaan sebagai sopir truk sampah tersebut selama hampir empat tahun.
“Dia sudah cukup lama bekerja sebagai sopir truk DLH Kabupaten Bogor, kurang lebih empat tahun. Setahu saya, dia memang memiliki riwayat darah tinggi,” ungkap Ade.
Pada saat kejadian, korban tengah menjalankan tugas mengangkut sampah dari kawasan Rancamaya menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga. Korban diketahui mengemudikan truk seorang diri tanpa didampingi kenek.
Baca Juga: SKTP Juli dan Agustus Sudah Terbit, Namun TPG Belum Cair? Begini Alur Pencairannya
“Waktu itu dia sedang membawa sampah dari Rancamaya untuk dibawa ke Galuga. Memang selama bekerja, Abah biasa membawa truk sendirian dan tidak memiliki kenek,” pungkas Ade.
Hingga berita ini ditulis, petugas kepolisian masih melakukan penanganan dan proses identifikasi terhadap korban di lokasi kejadian. (bay)
Editor : Yosep Awaludin