Hilangnya ASN Kota Bogor Belum Terungkap, Dedie Rachim Minta Wilayah Tetap Monitoring

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:16 WIB
Kondisi terkini jembatan yang diduga tempat ASN Kota Bogor jatuh ke Sungai Cisadane. (Fauzan/Radar Bogor)
Kondisi terkini jembatan yang diduga tempat ASN Kota Bogor jatuh ke Sungai Cisadane. (Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Misteri hilangnya Bayu Zulkarnaen, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bogor hingga kini belum terungkap. 

Bayu pertama kali hilang kontak pada Kamis, 13 Agustus 2026 dan diduga terjatuh dari atas jembatan ke aliran Sungai Cisadane yang berada di bawahnya.

Operasi SAR kemudian digelar selama satu pekan di aliran Sungai Cisadane, tetapi upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.

Selama proses pencarian berlangsung, Tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Bayu di aliran Sungai Cisadane.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan Tim SAR sudah melakukan pencarian hingga ke beberapa titik, baik darat ataupun dasar sungai.

Baca Juga: Pegadaian Wanti-Wanti Mahasiswa di Bogor Soal Bahaya Pinjaman Daring

“Kalau kemudian belum ditemukan kita juga harus ikhtiar dengan cara yang lain, siapa tahu saudara Bayu tidak ada di situ,” ujar Dedie di Balai Kota Bogor.

Mulanya Dedie menduga Bayu tercebur ke Sungai Cisadane. Hal ini dibuktikan dengan sederat rangkaian peristiwa yang ditemukan pasca Bayu hilang kontak.

Pertama motor merah yang digunakan Bayu berada di ujung jembatan dalam keadaan menyala, kemudian tas dan helmnya ditemukan mengambang di Cisadane.

“Nah kan kita berkesimpulan jangan-jangan saudara Bayu ini kecebur, tapi setelah kita melakukan pencarian kan tidak ketemu, mangkannya kami usulkan buat LP (Laporan Polisi),” ujarnya.

LP keluarga dilayangkan ke Polsek Bogor Selatan pada Sabtu, 15 Agustus 2026 kemarin yang isi laporannya tentang pencarian sosok orang hilang.

Polisi saat ini tengah bergerak menindak lanjuti LP tersebut, mereka tengah melacak keberadaan Bayu lewat percakapan pada telepon genggamnya.

Sembari menunggu proses penyelidikan polisi, aparat wilayah seperti kecamatan ataupun kelurahan diminta tetap memonitor tanda-tanda keberadaan Bayu.

“Terutama di sepanjang aliran Sungai Cisadane, karena setelah posisi yang diduga jatuhnya saudara Bayu ini kan 200 meter sudah padat,” ucapnya.

Sehingga jika Bayu terjatuh di Sungai Cisadane dimungkinkan bakal terlihat, jika tanda-tanda tersebut muncul, Dedie meminta untuk segera dilaporkan. 

“Jadi kalaupun misalnya ada jasad akan kelihatan, maka kami menghimbau agar dilaporkan,” pungkasnya. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
hilangn bogor asn Dedie Rachim