RADAR BOGOR - Pelaku UMKM di Kota Bogor berpeluang mendapat akses pembiayaan melalui dua skema yang tengah disiapkan DPRD Kota Bogor.
Skema tersebut berupa program Kredit Usaha Rakyat (KUR) daerah dan pemanfaatan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSL). Program KUR untuk pelaku UMKM ditargetkan mulai dianggarkan pada 2027.
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil mengatakan, program KUR tersebut masih dalam tahap perancangan.
Pada tahap awal, pelaksanaannya kemungkinan berbentuk proyek percontohan dengan jumlah penerima yang terbatas.
“Kita sedang mencoba pilot project. Mungkin anggarannya belum banyak, tetapi mudah-mudahan bisa menjadi role model atau pilot project untuk tahun-tahun berikutnya,” kata Adityawarman saat menghadiri pelatihan UMKM bertajuk UMKM Bertumbuh, Berinovasi dan Berdaya Saing di Kota Bogor, Selasa 25 Agustus 2026.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membuka akses pembiayaan bagi pelaku UMKM yang ingin meningkatkan skala usahanya. DPRD juga berharap jumlah penerima dapat diperluas pada tahun-tahun berikutnya.
Baca Juga: Sekolah Kesatuan Bogor Luncurkan Buku, Ungkap Jejak Sejarah Sejak Era 1920-an
“Ke depan lebih banyak lagi pegiat UMKM yang dapat melakukan eskalasi bisnis, khususnya dengan pembiayaan usaha,” ujarnya.
Selain KUR, DPRD Kota Bogor tengah merampungkan peraturan daerah mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSL) atau biasa disebut dana CSR.
Adityawarman menyebut, berdasarkan informasi dari panitia khusus yang membahas regulasi tersebut, potensi dana TJSL perusahaan di Kota Bogor mencapai ratusan miliar rupiah.
DPRD kemudian mendorong agar pemanfaatan dana tersebut dapat memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat.
Salah satunya dengan mengarahkan sebagian dukungan kepada pengembangan UMKM.
“Kami sedang merampungkan dan mengoordinasikan dengan berbagai stakeholder. Mudah-mudahan dari bagian TJSL perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Bogor, banyak alokasinya untuk UMKM kita di Kota Bogor,” ungkapnya.
Adityawarman menegaskan, DPRD Kota Bogor juga terus mendukung program peningkatan kapasitas pelaku UMKM.
Pada 2026, DPRD telah berkolaborasi dengan perangkat daerah yang membidangi UMKM untuk melaksanakan sejumlah kegiatan pelatihan.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat menambah wawasan pelaku usaha, sekaligus mendorong mereka mengembangkan produk dan meningkatkan daya saing.
“DPRD Kota Bogor insyaallah selalu mendukung dan mensupport serta menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk pengembangan UMKM,” katanya.
Baca Juga: Gema Tani Soroti Pokir DPRD Kabupaten Bogor, Dugaan Markup Pupuk dan Kultivator Mencuat
Menurut Adityawarman, akses pembiayaan perlu diiringi dengan peningkatan kemampuan pelaku usaha.
Literasi keuangan dan kemampuan mengemas produk menjadi bagian penting agar UMKM mampu mengelola usaha secara berkelanjutan.
Ia pun meminta peserta pelatihan memanfaatkan materi yang diberikan untuk memperbaiki pengelolaan usaha masing-masing.
Dengan dukungan pelatihan, akses pembiayaan, dan pemanfaatan dana TJSL, DPRD berharap semakin banyak UMKM di Kota Bogor yang mampu meningkatkan kapasitas dan melakukan eskalasi bisnis. (uma)
Editor : Yosep Awaludin