RADAR BOGOR - Nasya Kharisa Lestari resmi menahkodai Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wanita Himpunan Kerukunan Tani Indonesia atau HKTI Kota Bogor.
Setelah dilantik jadi Ketua DPC Wanita HKTI Kota Bogor pada Selasa 25 Agustus 2026, Nasya membawa sejumlah agenda untuk memperkuat peran perempuan dalam ketahanan pangan.
Ia mendorong perempuan agar terlibat langsung dalam pertanian, pemberdayaan UMKM, kesehatan, pendidikan hingga kepemimpinan.
Nasya mengatakan, posisi tersebut menjadi amanah baru yang akan dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Ia menilai peran perempuan dalam ketahanan pangan memiliki kaitan erat dengan kesejahteraan keluarga.
“Ini peran yang terkait dengan pemberdayaan wanita dan penguatan kiprah wanita dalam hal-hal yang sangat penting juga strategis," ungkap Nasya saat ditemui Kamis 27 Agustus 2026.
Baca Juga: Langganan Kecelakaan, Pemkot Bogor Janji Pasang Pembatas di Bahu Jalan Raya Cilebut
Di antaranya dalam meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga, pemberdayaan UMKM, meningkatkan ketahanan pangan dengan menguatkan budidaya hidroponik serta hortikultura.
Menurut Nasya, perempuan perlu mengambil peran sebagai agent of change. Perempuan harus menjadi subjek dalam proses perubahan dan pembangunan di berbagai bidang.
Ia menilai peran tersebut dapat dimulai dari lingkungan keluarga, termasuk dalam menjaga ketersediaan dan akses pangan.
Salah satu upaya yang akan didorong Wanita HKTI Kota Bogor yakni pengembangan budidaya hidroponik dan hortikultura.
Nasya mengatakan, dirinya tidak pernah membayangkan mendapat amanah sebagai Ketua DPC Wanita HKTI Kota Bogor.
Namun, kepercayaan tersebut menjadi tantangan baginya untuk memperluas kiprah dalam pemberdayaan masyarakat.
“Ini sebuah tantangan dalam memerankan diri lebih luas, tidak hanya menjadi anggota legislatif,” katanya.
Selain ketahanan pangan, Nasya juga ingin memperluas keterlibatan perempuan dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial dan politik. Ia juga mendorong penguatan kepemimpinan perempuan.
“Saya berharap wanita berdaya dalam berbagai bidang kehidupan, perubahan dan kemajuan, dengan tidak meninggalkan kodratnya sebagai ibu juga sebagai istri,” ujarnya.
Dalam sektor pertanian, Nasya akan mendukung program unggulan Wanita HKTI Jawa Barat.
Baca Juga: Cek Kriteria Spesifik Penerima Beras 30 Kg dan KPM BPNT Cair Lebih Besar dari Biasanya
Salah satunya menyediakan akses dan distribusi pangan yang lebih dekat serta terjangkau bagi masyarakat.
Ia juga ingin meningkatkan nilai jual hasil pertanian lokal. Sayuran dan hasil hortikultura akan didorong agar memiliki kemasan yang lebih baik sehingga dapat menembus pasar modern.
“Sayur mayur naik kelas dengan pelatihan pengemasan hasil panen, agar mampu menembus pasar modern,” jelasnya.
Nasya juga akan mendorong penerapan metode pertanian modern. Hidroponik menjadi salah satu pilihan untuk mengembangkan sayuran dan hortikultura secara lebih efisien, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
“Saya akan mendorong metode pertanian modern seperti budidaya hidroponik untuk sayuran dan hortikultura secara efisien,” pungkasnya.
Pelantikan Nasya sebagai Ketua DPC Wanita HKTI Kota Bogor berlangsung di Gedung BRMP TROA Bogor.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan DPP Wanita HKTI, DPD Wanita HKTI Jawa Barat serta anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Endang S. Thohari.
Nasya berharap kepengurusan yang dipimpinnya dapat melahirkan program yang memberi dampak langsung bagi perempuan dan keluarga di Kota Bogor. (uma)
Editor : Yosep Awaludin