ARSSI Bogor Raya dan FiberStar Bahas Masa Depan Teknologi Kesehatan di GO! NEXT 2026

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:20 WIB
Forum eksekutif GO! NEXT 2026 – The Future of Healthcare Technology yang digelar ARSSI Cabang Bogor Raya.
Forum eksekutif GO! NEXT 2026 – The Future of Healthcare Technology yang digelar ARSSI Cabang Bogor Raya.

RADAR BOGOR – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong rumah sakit untuk terus beradaptasi demi meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat. 

Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam forum eksekutif GO! NEXT 2026 – The Future of Healthcare Technology yang digelar Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia atau ARSSI Cabang Bogor Raya bersama FiberStar, Kamis 27 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belinn Bogor itu menjadi wadah pertemuan bagi para pengelola dan insan rumah sakit, pemerintah, serta sektor teknologi untuk membahas arah transformasi digital sekaligus perkembangan teknologi yang dapat diterapkan dalam ekosistem pelayanan kesehatan.

Ketua ARSSI Cabang Bogor Raya, dr. Yudhy Iskandar, MARS, menilai transformasi digital kini menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan rumah sakit.

Menurutnya, kemajuan teknologi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat serta mudah membuat rumah sakit tidak dapat mengesampingkan digitalisasi.

Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi dapat membantu rumah sakit menciptakan pelayanan yang lebih efektif, efisien, terhubung, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pasien.

Baca Juga: Akhir Agustus 2026, 4 Bansos Ini Disalurkan Pemerintah Kepada KPM

“Digitalisasi di sektor kesehatan merupakan perkembangan yang harus diikuti. Rumah sakit perlu mampu menyesuaikan diri dan menggunakan teknologi secara tepat agar proses pelayanan menjadi lebih efektif, efisien, terintegrasi, sekaligus memberikan kemudahan kepada pasien,” ujar dr. Yudhy.

Menurut dr. Yudhy, kerja sama antara institusi pelayanan kesehatan dengan perusahaan teknologi juga memiliki peran penting dalam memastikan proses transformasi digital berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

ARSSI Bogor Raya, kata dia, memandang forum seperti GO! NEXT 2026 sebagai momentum untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat komunikasi antara rumah sakit dengan sektor teknologi.

“Kolaborasi ini menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan dan membangun sinergi. Kami ingin memastikan teknologi benar-benar menjadi pendukung pelayanan kesehatan, bukan malah membuat pekerjaan tenaga medis semakin rumit atau menyulitkan pasien,” katanya.

Ia menambahkan bahwa transformasi digital rumah sakit tidak sebatas menghadirkan perangkat, aplikasi, sistem informasi, maupun jaringan internet.

Ada sejumlah aspek lain yang harus dipersiapkan secara bersamaan agar penerapannya dapat memberikan hasil maksimal.

Kesiapan sumber daya manusia, perlindungan terhadap data pasien, serta tata kelola teknologi menjadi beberapa hal yang dinilai tidak kalah penting dalam proses digitalisasi rumah sakit.

“Yang perlu diperhatikan bukan hanya sistem dan jaringan yang digunakan. Rumah sakit juga harus memastikan SDM siap mengoperasikannya, keamanan informasi pasien terjaga, serta teknologi yang diterapkan benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan mutu dan keselamatan pasien,” tutur dr. Yudhy.

Forum tersebut turut dihadiri Prof. Makin Perdana Kusuma, SE, MM., PAD, CHRAL, CHRA, COCM, bersama sejumlah pemangku kepentingan dari sektor pelayanan kesehatan.

Salah satu narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes.

Baca Juga: Waspada, 3 Aktivitas Ini Bisa Menyebabkan Bansos Tahap 3 Tidak Cair

Keterlibatan Kementerian Kesehatan memberikan sudut pandang pemerintah mengenai pengelolaan pelayanan kesehatan rujukan di tengah perubahan teknologi serta percepatan transformasi digital dalam industri kesehatan.

Mengangkat tema “The Future of Healthcare Technology”, GO! NEXT 2026 tidak hanya menghadirkan sesi seminar teknologi.

Kegiatan tersebut juga dirancang sebagai ruang networking, lunch, serta diskusi yang membahas berbagai perkembangan teknologi dan peluang pemanfaatannya untuk mendukung pelayanan kesehatan.

Dr. Yudhy berharap forum tersebut dapat menghasilkan langkah nyata setelah kegiatan berakhir.

Ia menilai diskusi mengenai teknologi kesehatan perlu dilanjutkan melalui kerja sama yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan rumah sakit.

“Harapan kami, forum ini menghasilkan lebih dari sekadar pertukaran gagasan. Kami ingin muncul kerja sama dan langkah konkret yang nantinya bisa diterapkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan rumah sakit maupun masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, perkembangan pelayanan kesehatan ke depan akan semakin membutuhkan sistem teknologi yang mampu terintegrasi.

Namun, penerapan teknologi tetap harus berorientasi pada kebutuhan pasien sebagai penerima utama layanan kesehatan.

Baca Juga: Pohon Tumbang hingga Rumah Ambruk di Cilebut Timur Bogor Imbas Hujan Deras

“Teknologi yang terintegrasi akan menjadi bagian penting dari masa depan pelayanan kesehatan. Meski begitu, seluruh pengembangannya harus tetap menempatkan pasien sebagai pusat dari pelayanan,” pungkasnya.

Kolaborasi ARSSI Bogor Raya dan FiberStar melalui GO! NEXT 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat sinergi antara rumah sakit, pemerintah, dan industri teknologi.

Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mendorong pemanfaatan teknologi yang tepat guna, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan serta masyarakat. (***)

Editor : Yosep Awaludin
teknologi digital ARSSI Bogor Raya rumah sakit