RADAR BOGOR – Tak perlu lagi repot membuka katalog perpustakaan secara manual. Warga Kota Bogor kini bisa mencari informasi koleksi buku hingga rekomendasi bacaan hanya melalui WhatsApp.
Kemudahan tersebut hadir lewat Halo Libra (Library Assistant), sebuah layanan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bogor.
Masyarakat cukup mengirimkan pertanyaan melalui WhatsApp ke nomor 0815-2473-0000. Setelah itu, sistem akan membantu memberikan informasi yang dibutuhkan seputar layanan dan koleksi perpustakaan Kota Bogor.
Baca Juga: Bukan Cuma PKH BPNT! 8 Bansos Ini Berpotensi Cair September 2026
Inovasi ini digagas Edy Suryanto, Pustakawan Ahli Muda Disarpus Kota Bogor. Ia mengatakan Halo Libra dibuat untuk menyesuaikan layanan perpustakaan dengan kebiasaan masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan aplikasi percakapan.
“Kalau zaman dulu cari buku lewat katalog kartu, lalu berkembang pakai OPAC (Online Public Access Catalog) atau website. Sekarang saya buat inovasi baru lewat aplikasi WhatsApp yang terintegrasi dengan AI,” ujar Edy saat diwawancarai, Rabu, 2 September 2026.
Berbeda dengan chatbot konvensional yang mengharuskan pengguna memilih menu dengan menekan angka tertentu, Halo Libra memungkinkan masyarakat berkomunikasi menggunakan bahasa yang lebih natural.
Baca Juga: Sering Panaskan Mobil Matic Terlalu Lama? Ini Kesalahan yang Bikin Boros BBM dan Mesin Cepat Rusak
“Sistem ini menggunakan AI, jadi bukan yang tekan 1, 2, 3, dan seterusnya. Warga bisa bertanya lebih bebas dan natural,” katanya.
Tak Hanya Cari Buku
Fungsi Halo Libra tak sebatas membantu menemukan koleksi buku. Layanan tersebut juga mampu memberikan rekomendasi bacaan berdasarkan kebutuhan pengguna.
Selain itu, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai jam operasional perpustakaan serta berbagai kegiatan literasi yang digelar di Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor.
Baca Juga: HMR Janji Kawal Kasus Dugaan Korupsi Kabupaten Bogor: Jangan Berhenti di Tengah Jalan
Halo Libra juga terhubung dengan pangkalan data perpustakaan berbasis **INLISLite**. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna mendapatkan informasi lebih detail mengenai koleksi, mulai dari judul dan penulis hingga lokasi rak buku.
Pemanfaatan layanan ini juga menunjukkan perkembangan sepanjang 2026. Berdasarkan data internal Halo Libra, sebanyak 292 pengguna tercatat memanfaatkan layanan tersebut selama periode Januari hingga Juli 2026.
Jumlah pengguna terbanyak terjadi pada Juli 2026 dengan 75 pengguna. Sebelumnya, tercatat 33 pengguna pada Januari, 20 pengguna pada Februari, 33 pengguna pada Maret, 26 pengguna pada April, 57 pengguna pada Mei, dan 48 pengguna pada Juni.
AI Tak Gantikan Pustakawan
Baca Juga: Xiaomi Skynomad N90 dan N70 Meluncur, Dipesan Lebih dari 100 Ribu Unit Sebelum Resmi Dijual
Meski mengandalkan teknologi AI, Edy menegaskan keberadaan Halo Libra bukan untuk menggantikan peran pustakawan.
Menurutnya, teknologi digunakan untuk mempercepat masyarakat dalam memperoleh informasi dasar. Sementara itu, pustakawan tetap berperan penting ketika pengguna membutuhkan pendampingan atau layanan yang lebih mendalam.
“Teknologi memberikan kecepatan, tetapi pustakawan tetap memberikan sentuhan manusia. Jika masyarakat membutuhkan telaah mendalam, rekomendasi khusus, atau pendampingan literasi, pustakawan tetap siap melayani langsung,” tegasnya.
Inovasi Halo Libra saat ini juga tengah mengikuti tahapan presentasi dan wawancara Bogor Innovation Award (BIA) 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan Edy untuk memaparkan manfaat, penerapan, sekaligus peluang pengembangan layanan perpustakaan berbasis AI.
Baca Juga: Jalan Raya Cilebut Rawan Kecelakaan, Pemkot Bogor Pasang Pagar Railing 10 Meter
Ke depan, Halo Libra akan terus dikembangkan melalui pemutakhiran data, peningkatan kemampuan respons AI, serta kolaborasi dengan komunitas literasi.
Edy berharap inovasi tersebut dapat membuat akses informasi perpustakaan semakin mudah, terutama karena masyarakat bisa memanfaatkannya melalui WhatsApp yang sudah menjadi bagian dari aktivitas komunikasi sehari-hari.
Dengan hadirnya Halo Libra, mencari buku dan informasi perpustakaan kini tak lagi harus datang langsung atau membuka katalog. Cukup bertanya lewat WhatsApp, informasi bacaan pun bisa didapat dengan lebih praktis. (uma)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga