Dari O2SN di Bogor Timur ke Malaysia, Arini Buktikan Tajamnya Strategi Catur

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 19:31 WIB
Siswi Sekolah Terbuka Bogor, Arini Angelina Lovly saat di Graha Pena Radar Bogor.
Siswi Sekolah Terbuka Bogor, Arini Angelina Lovly saat di Graha Pena. (Foto : Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Tak ada yang menyangka, tawaran sederhana untuk mengikuti perlombaan catur saat duduk di bangku kelas 4 SD, justru menjadi awal perjalanan panjang Arini Angelina Lovly di dunia olahraga otak tersebut.

Siswi Sekolah Terbuka Bogor itu, kini mampu mengukir prestasi di level internasional setelah berhasil meraih posisi Runner Up Malaysian Chess Festival.

Perjalanan Arini di dunia catur bermula ketika ia masih duduk di kelas 4.

Saat itu, ia mendapat tawaran untuk mengikuti ajang O2SN tingkat Bogor Timur.

Baca Juga: KPM Exclude Kembali Aktif! Bansos PKH September 2026 Masuk Tahap SPM

Meski awalnya hanya mencoba, hasil yang diraih justru membuatnya semakin tertarik menekuni catur.

Berawal dari Coba-Coba, Berujung Prestasi

Arini mengungkapkan, pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi catur langsung memberikan hasil positif.

Ia berhasil meraih juara kedua di tingkat awal yang diikutinya.

Prestasi tersebut kemudian membuka kesempatan bagi Arini untuk melangkah ke kompetisi berikutnya. Pada 2021, ia kembali berkompetisi di O2SN tingkat Kota Bogor.

Dari situlah ketertarikannya terhadap catur semakin tumbuh.

Bukan sekadar karena kemenangan, Arini merasa permainan catur sesuai dengan salah satu hal yang memang ia sukai, yakni menganalisis.

"Awalnya catur itu pas aku kelas 4, Pak. Pas ikut O2SN tingkat Bogor Timur ditawarin. Alhamdulillah, saya juara dua pertama kali. Setelah itu lanjut lagi di tingkat Kota Bogor tahun 2021," ujar Arini Angelina Lovly, siswi Sekolah Terbuka Bogor kepada Radar Bogor di Graha Pena.

Suka Menganalisis Jadi Modal Utama

Bagi Arini, catur bukan hanya tentang menggerakkan bidak di atas papan.

Setiap langkah membutuhkan perhitungan dan kemampuan membaca kemungkinan yang akan terjadi.

Baca Juga: Ini Jadwal dan Alur Validasi TPG September 2026 hingga Siap Bayar

Ketertarikannya terhadap proses menganalisis permainan membuat Arini memilih untuk terus berlatih dan mengikuti berbagai kompetisi.

"Ternyata saya suka karena saya tuh suka menganalisis. Jadi, lanjut sampai sekarang," katanya.

Kegemaran tersebut, perlahan berkembang menjadi kemampuan yang membawanya menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah hingga akhirnya tampil dalam kompetisi di luar negeri.

Langkah Arini Sampai ke Panggung Internasional

Prestasi sebagai Runner Up Malaysian Chess Festival menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan Arini.

Dari seorang anak yang awalnya hanya mendapat tawaran mengikuti kompetisi di tingkat wilayah, ia kini mampu menunjukkan kemampuannya di panggung internasional.

Kisah Arini menunjukkan, sebuah kesempatan kecil dapat menjadi pintu menuju perjalanan yang jauh lebih besar.

Ketertarikan terhadap analisis yang awalnya hanya dirasakan sebagai kesenangan dalam bermain catur, kini berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.

Perjalanan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa bakat dan minat yang terus diasah dapat membuka peluang bagi pelajar untuk berprestasi, bahkan hingga ke tingkat internasional.

Baca Juga: Perjalanan AKP Silfi Adi Putri, dari Kapolsek hingga Kasat PPA dan PPO Polres Bogor

Bagi Arini, perjalanan itu belum selesai. Ketertarikannya terhadap catur masih terus berlanjut, dengan harapan dapat melahirkan prestasi-prestasi baru pada kompetisi berikutnya. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
Arini Angelina Lovly bogor catur