RADAR BOGOR - Bagi siswa yang memiliki kesibukan di luar sekolah, menjalani pendidikan dengan jadwal yang kaku terkadang menjadi tantangan tersendiri.
Kondisi berbeda ditawarkan SMA Terbuka Bogor melalui sistem pembelajaran yang lebih fleksibel.
Penanggungjawab SMA Terbuka Bogor, M. Imam Muslimin mengatakan, fleksibilitas waktu menjadi salah satu keunggulan yang dapat membantu siswa tetap menjalani pendidikan sambil mengembangkan minat dan bakatnya.
Belajar Mandiri Lewat LMS
Dalam pelaksanaannya, siswa SMA Terbuka Bogor tidak harus selalu berada di ruang kelas untuk mengikuti proses pembelajaran.
Sebagian kegiatan dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) yang dapat diakses melalui telepon seluler.
Baca Juga: Liverpool Rekrut Lucca Brughmans Seharga Rp717 Miliar, Disebut Calon Pengganti Alisson Becker
Melalui LMS tersebut, siswa mendapatkan materi sekaligus tugas yang harus dikerjakan secara mandiri.
Setelah itu, pembelajaran tetap dilengkapi dengan pertemuan tatap muka bersama guru.
“Di SMA Terbuka Bogor ini waktunya sangat fleksibel. Kalau waktu belajar mandiri, kami memberikan model penugasan melalui LMS yang bisa diakses dari handphone. Kemudian ada tatap muka untuk bertemu dengan guru,” ujar M. Imam Muslimin kepada Radar Bogor di Graha Pena.
Pola tersebut memungkinkan siswa, mengatur waktu belajar dengan lebih leluasa tanpa harus meninggalkan kegiatan lain yang menjadi bagian dari keseharian mereka.
Cocok untuk Siswa dengan Beragam Aktivitas
Menurut M. Imam Muslimin, fleksibilitas pembelajaran menjadi penting karena setiap siswa memiliki minat, bakat, dan aktivitas yang berbeda.
Ia menyontohkan Arini Angelina Lovly, seorang siswa yang mampu menorehkan prestasi sebagai runner-up Malaysian Chess Festival.
Kesibukannya dalam mengembangkan kemampuan di bidang catur menjadi salah satu gambaran bagaimana sistem pembelajaran fleksibel dapat memberikan ruang bagi siswa untuk mengejar prestasi.
“Anak-anak ini kan minat dan bakatnya berbeda. Ada yang senang belajar di meja, ada juga yang seperti Arini, mengasah kemampuan di keterampilan lain,” kata M. Imam Muslimin.
Tidak hanya untuk atlet atau siswa yang mengikuti kompetisi, pola tersebut juga dapat mengakomodasi siswa dengan berbagai aktivitas lainnya.
Pendidikan Tetap Berjalan di Tengah Kesibukan
M. Imam Muslimin menjelaskan, terdapat pula siswa yang memiliki aktivitas seperti menghafal Al-Qur'an maupun membantu orang tua berdagang atau berjualan.
Dengan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel, aktivitas tersebut tetap dapat berjalan tanpa menghilangkan kesempatan siswa untuk memperoleh pendidikan.
Baca Juga: Ribuan Masker Gratis Disiapkan Pemkot Bogor, Target Kelompok Rentan
Konsep ini membuat SMA Terbuka Bogor berupaya melihat kebutuhan siswa secara lebih luas.
Pendidikan tidak semata-mata harus berlangsung dalam pola belajar konvensional, tetapi dapat menyesuaikan kondisi dan potensi masing-masing peserta didik.
“Bahkan ada bidang lain, seperti yang sedang menghafal Al-Qur'an atau terpaksa membantu orang tua berdagang, berjualan dan sebagainya, tetap dilayani pendidikannya,” ujar M. Imam Muslimin.
Dengan memadukan pembelajaran mandiri melalui LMS dan pertemuan tatap muka bersama guru, SMA Terbuka Bogor memberikan kesempatan kepada siswa untuk tetap bersekolah sekaligus mengembangkan aktivitas dan bakat yang mereka miliki. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti