RADAR BOGOR - Sebanyak 12 perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Bogor dibatalkan. Kebijakan ini akan terus berlangsung hingga 30 September 2026 mendatang.
Pembatalan belasan perjalanan KRL itu pun menuai reaksi beragam. Kondisi ini disebut-sebut berpotensi meningkatnya kepadatan penumpang.
Direktur PT KAI Bobby Rasyidin pun angkat suara terkait hal itu. Pihaknya menggaransi akan mengecek kembali terkait sarana 12 perjalanan Bogor kereta itu.
“Dibatalin hari ini? Ya nanti kita cek dulu dari sarana,” kata Bobby saat dimintai tanggapan soal pembatalan 12 perjalanan KRL Bogor, Senin, 7 September 2026.
Bobby tidak merinci alasan pembatalan tersebut dan hanya mengaskan KAI tidak bisa toleransi terkait hal-hal yang menyangkut keselamatan.
“Jika sudah menyangkut safety atau keselamatan, walaupun ada hal minor terkait safety, kalau itu mengganggu, maka kita akan detailkan,” jelas Bobby.
Baca Juga: KRL Akan Tembus hingga Cigombong Bogor, KAI Siapkan Sistem Kelistrikan 2027
Bobby berharap pembatalan 12 perjalanan KRL Bogor tidak berlangsung hingga akhir September. Ia meminta doa agar pengecekan sarana tidak terjadi kendala.
“Mudah-mudahan tidak sampai tanggal 30, mohon didoakan saja supaya sarana-sarana kita bisa cepat dilakukan audit asesmen dan tidak ada kendala yang berarti,” ucap Bobby.
Di Stasiun Bogor, pembatalan 12 perjalanan KRL itu disebut tidak berpengaruh langsung terhadap aktivitas naik dan turun penumpang.
Kepala Stasiun Bogor, Djoko Utomo mengatakan penumpang di tempatnya masih bisa diakomodir dengan KRL yang masih berjalan.
“Untuk saat ini masih terakomodir dengan KRL yang jalan, penumpang kami infokan dan kami imbau untuk menyesuaikan kembali dengan jadwal KRL yang masih tetap jalan,” ucap Djoko.
Stasiun Bogor saat ini melayani 315 perjalanan KRL sedangkan jumlah total penumpang yang naik dan turun sebanyak 38.119.
“Ini update data pukul 12.00 WIB tadi, yang masuk ada 28.164 sementara yang keluar 9.985. Alhamdulillah hari ini lancar semua,”pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati