Tak Perlu Buka Banyak Aplikasi, Bogor Hub Satukan Layanan Publik Kota Bogor via WhatsApp

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 13:46 WIB
Bogor Hub di arena pameran Fastival Bogor Inovations award 2026 (BIA). (Foto : Sofiansyah/Radar Bogor)
Bogor Hub di arena pameran Fastival Bogor Inovations award 2026 (BIA). (Foto : Sofiansyah/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Tak perlu membuka banyak aplikasi untuk mengakses layanan publik. Konsep tersebut ditawarkan melalui inovasi Bogor Hub yang dipamerkan dalam Festival Bogor Innovation Award 2026 di STP IPB, Selasa 8 September 2026.

Bogor Hub merupakan inovasi yang dikembangkan Fandi Septiana dan Alvin Corwin.

Keduanya menjadi salah satu inovator yang mengikuti BIA 2026 dan memamerkan konsep layanan publik berbasis WhatsApp tersebut kepada pengunjung.

Fandi menjelaskan, Bogor Hub dirancang sebagai satu pintu untuk mengakses berbagai layanan administrasi dan pengaduan di Kota Bogor.

Masyarakat nantinya cukup menggunakan WhatsApp tanpa harus mengunduh banyak aplikasi atau membuka berbagai website.

“Tidak perlu lagi download banyak aplikasi. Cukup menggunakan WhatsApp. Masyarakat bisa mengirim pesan melalui WhatsApp untuk mengakses layanan atau menyampaikan pengaduan,” ujar Fandi saat ditemui di stan pameran BIA 2026 di STP IPB Taman Kencana, Selasa 8 September 2026.

Baca Juga: Festival BIA 2026 Dibuka, 184 Inovasi Warga Bogor Dipamerkan dan Didorong Masuk Program Pemerintah

Menurutnya, Bogor Hub dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan administrasi. Mulai dari pengurusan KTP, akta kelahiran, akta kematian, pindah datang ke Kota Bogor, hingga pindah keluar Kota Bogor.

Konsep yang sama ditawarkan untuk layanan pengaduan. Warga dapat mengirim laporan terkait persoalan di lingkungan, seperti sampah menumpuk, jalan berlubang, jembatan rusak, hingga fasilitas umum yang mengalami kerusakan.

Fandi menegaskan, Bogor Hub tidak dirancang untuk menghapus aplikasi layanan yang sudah dimiliki pemerintah.

Sistem tersebut menjadi pintu masuk yang menghubungkan masyarakat dengan layanan yang sudah tersedia di masing-masing perangkat daerah.

“Dari pintu masuk kita disebarkan ke masing-masing OPD yang sudah ada. Jadi nanti ada backend-nya, API-nya. Kita sebarin tetap saja. Kita di sini sebagai pintu masuknya saja,” jelasnya.

Dalam konsep yang dipamerkan, laporan masyarakat akan diteruskan kepada OPD yang memiliki kewenangan.

Misalnya laporan mengenai sampah akan diarahkan kepada OPD yang menangani persoalan persampahan.

Bogor Hub juga memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk membaca informasi yang disampaikan masyarakat.

Data laporan kemudian masuk ke dashboard sehingga perkembangan penanganan dapat dipantau.

Dashboard tersebut dirancang untuk menampilkan jumlah laporan yang masuk, laporan yang sedang diproses, hingga laporan yang telah diselesaikan.

Baca Juga: Pengiriman Sampah ke TPAS Galuga Terganggu, Truk Sampah Numpuk di Kantor DLH Kota Bogor

Setelah OPD menindaklanjuti laporan, masyarakat nantinya mendapat pembaruan status melalui WhatsApp.

“Apapun yang diinput di sini langsung masuk ke dashboard. Nanti otomatis diteruskan,” katanya.

Menurut Fandi, konsep tersebut juga memungkinkan masyarakat mengirimkan foto sebagai bukti laporan.

Misalnya, warga menemukan jalan berlubang atau sampah menumpuk, kondisi tersebut dapat difoto dan dikirim melalui WhatsApp.

Meski menawarkan integrasi berbagai layanan, Bogor Hub saat ini belum menjadi layanan resmi Pemerintah Kota Bogor.

Fandi mengatakan pihaknya masih membahas konsep tersebut dengan pihak terkait untuk melihat peluang pengembangan dan integrasi.

“Kemarin kita sudah berbicara sama Kominfo. Ini nanti akan di-follow up sama Kominfo. Karena ini berhubungan dengan digital, nanti Kominfo yang akan menghubungkan ke OPD-OPD,” ujarnya.

Fandi mengatakan, tantangan utama Bogor Hub berada pada tahap implementasi. Menurutnya, sistem dan alur layanan sudah mereka siapkan.

Namun, diperlukan dukungan pemangku kebijakan jika inovasi tersebut ingin diterapkan dalam sistem layanan pemerintah.

“Dari dewan juri lebih mengarahkan ini bisa diimplementasi atau tidak. Kami sampaikan, kami siap diinkubasi karena programnya sudah jalan, secara flow sudah jalan. Tinggal bagaimana pemangku kebijakan mau menggunakan aplikasi ini,” ungkap Fandi.

Baca Juga: KKN UIKA Bogor Edukasi Investor Muda Digital di Tenjolaya, Kenalkan Investasi Aman kepada Pelajar

Dari sisi infrastruktur, Bogor Hub membutuhkan server dengan kapasitas besar. Hal itu berkaitan dengan data yang nantinya dapat masuk ke sistem, termasuk dokumen administrasi dan foto identitas masyarakat.

Fandi menyebut timnya juga mengembangkan teknologi AI yang digunakan dalam Bogor Hub.

AI tersebut dilatih untuk memahami kebutuhan dan laporan yang disampaikan masyarakat.

“Kita memanfaatkan teknologi AI yang kita create dan training robotnya,” kata Fandi.

Fandi dan Alvin mengembangkan Bogor Hub bersama satu anggota tim lainnya. Mereka sebelumnya juga pernah mengikuti BIA beberapa tahun sebelumnya.

Menurut Fandi, Bogor Hub berangkat dari keresahan terhadap akses layanan publik yang dianggap masih mengharuskan masyarakat menggunakan banyak kanal.

“Ide ini murni karena keresahan soal kesulitan akses layanan. Kami punya kemampuan IT dan ingin ikut berpartisipasi,” pungkasnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
Bogor Innovation Award Bogor Hub inovasi