RADAR BOGOR – Bogor Innovation Award (BIA) 2026 tak hanya menjadi ajang adu inovasi, tetapi juga memberikan panggung bagi generasi muda Kota Bogor untuk menunjukkan bakat di bidang seni dan kreativitas.
Rangkaian kompetisi bakat BIA 2026 resmi berakhir dan para pemenangnya menerima penghargaan dalam acara penutupan di Grand Ballroom GSC, STP IPB, Kota Bogor, Rabu, 9 September 2026.
Tahun ini, kompetisi bakat BIA Kota Bogor mempertandingkan lima kategori, yakni fotografi, menyanyi solo, tari tradisional, tari modern, dan cosplay.
Baca Juga: 29 Inovasi Jadi Juara BIA 2026 Kota Bogor, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya
Kepala Bapperida Kota Bogor Anne Dewiana Rilianti mengatakan, sebanyak 122 peserta dari berbagai sekolah, sanggar, dan komunitas di Kota Bogor ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Para peserta terlebih dahulu melewati proses seleksi sebelum terpilih menjadi finalis di masing-masing kategori.
“Kompetisi ini adalah panggung bagi anak-anak muda Bogor untuk spark your talent,” ujar Anne.
Menurutnya, kompetisi bakat menjadi salah satu cara Pemkot Bogor memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan kreativitasnya.
Baca Juga: Peserta BIA 2026 Capai 179 Inovasi, Pemkot Bogor Siapkan Kategori Baru Tahun Depan
Pengembangan potensi daerah, kata Anne, tidak sebatas pada inovasi teknologi maupun solusi pembangunan. Seni, budaya, dan kreativitas juga memiliki peran penting dalam melahirkan generasi muda yang produktif.
Berikut daftar lengkap pemenang Kompetisi Bakat BIA 2026:
Kategori Cosplay
-
Juara 1: Diandra Verel Amerdy
-
Juara 2: Nur Rochmah Irianti
-
Juara 3: Bisma Novadh Alfarizqi
Baca Juga: Waspada, Ini 3 Faktor Penyebab TPG Juli-Agustus 2026 Belum Cair
Kategori Menyanyi Solo
-
Juara 1: Brenda Kolose Sinaga
-
Juara 2: Kiara Valentina Farnov
-
Juara 3: Syakira Rafah Taqiyyah
Kategori Fotografi
-
Juara 1: Muhammad Zaki Naufal Hidayat
-
Juara 2: Resya Haryani
-
Juara 3: Azhar Septian
Baca Juga: Dapur Umum Dibuka untuk Petugas Kebakaran TPA Galuga, Dinsos Bogor Siapkan Makan 3 Kali Sehari
Kategori Tari Modern
-
Juara 1: Odd Spice
-
Juara 2: Kanaya Lathisya Salsabila
-
Juara 3: Edrea Rahmadhisa Gunawan
Kategori Tari Tradisional
-
Juara 1: Starpat
-
Juara 2: Duo Srikandi
-
Juara 3: Tim Tari SMPN 7 Bogor
Baca Juga: Resmi Dibuka, Prodi Doktor Hukum Unpak Bogor Langsung Diserbu Pendaftar hingga Kuota Penuh
Salah satu cerita menarik datang dari Muhammad Zaki Naufal Hidayat. Siswa kelas 10 SMK Pembangunan Kota Bogor tersebut berhasil menjadi juara pertama kategori fotografi.
Dalam karyanya, Zaki mengangkat SiBadra, layanan pengaduan fasilitas umum di Kota Bogor, sebagai objek foto.
Ia memilih tema tersebut karena menilai layanan SiBadra masih jarang dijadikan objek fotografi. Zaki kemudian mengabadikan seseorang yang tengah menggunakan aplikasi tersebut sebagai bagian dari konsep karyanya.
“Menurut saya, inovasi itu sesuatu yang baru, jadi saya memilih konsep SiBadra untuk dijadikan konsep foto,” kata Zaki.
Baca Juga: Viral Dugaan Intimidasi di Citeureup Bogor, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Warga Tak Takut
Persiapan karya tersebut dilakukan dalam waktu relatif singkat. Zaki mengaku baru mendaftarkan diri menjelang batas akhir perlombaan sehingga harus bergerak cepat menentukan lokasi yang sesuai dengan konsep.
Kawasan Sempur akhirnya dipilih sebagai lokasi pemotretan. Di sana, ia menemukan lampu penerangan yang membutuhkan perbaikan dan menjadikannya sebagai elemen pendukung dalam foto.
Setelah berhasil masuk 10 besar finalis, Zaki mendapat kesempatan mempresentasikan karyanya di hadapan tiga orang juri.
Menurutnya, para juri menilai konsep yang diangkat telah sesuai dengan tema inovasi. Namun, terdapat sejumlah masukan terkait teknik pengambilan gambar yang bisa dikembangkan.
Baca Juga: DPLK BRI Sabet Kehati ESG Award 2026, Investasi Berkelanjutan Makin Diperkuat
Salah satunya, juri menyarankan agar objek lampu dalam konsep foto diabadikan pada malam hari sehingga hasil visualnya dapat terlihat lebih kuat.
Masukan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Zaki untuk terus meningkatkan kemampuan fotografinya.
Ia mengaku tidak menyangka dapat keluar sebagai juara pertama. Awalnya, Zaki hanya ingin mencoba mengikuti lomba setelah mendapat kesempatan menggunakan kamera dari sekolah.
Ia kemudian melakukan riset untuk menentukan objek yang dianggap menarik dan memiliki kaitan dengan tema inovasi.
Baca Juga: Pull Up dan Chinning Ternyata Berbeda, Ini yang Harus Dipahami Pelamar CPNS Formasi SLTA
Kompetisi BIA 2026 juga menjadi pengalaman pertama bagi Zaki mengikuti perlombaan fotografi. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi langkah awal untuk terus mengasah kemampuan dan menghasilkan karya-karya yang lebih baik.
Penutupan BIA 2026 sekaligus menjadi bentuk apresiasi bagi seluruh peserta yang telah berani menunjukkan bakat dan kreativitasnya.
Para pemenang diharapkan tidak berhenti berkarya setelah kompetisi berakhir, tetapi terus mengembangkan kemampuan di bidang masing-masing dan melahirkan karya kreatif yang dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga