SaBo Bikin Sejarah hingga Kulineran Bogor Jadi Petualangan Digital

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 09:00 WIB
SaBo atau Saba Bogor adalah platform web interaktif berkonsep gamifikasi.
SaBo atau Saba Bogor adalah platform web interaktif berkonsep gamifikasi.

RADAR BOGOR - Belajar sejarah, tidak harus selalu identik dengan membaca buku atau menghafalkan tahun dan nama tokoh. 

Di Kota Bogor, sekelompok pelajar mencoba menghadirkan cara berbeda agar generasi muda lebih dekat dengan sejarah, budaya, kuliner, dan berbagai kekayaan lokal di kotanya.

Gagasan tersebut, dituangkan melalui SaBo atau Saba Bogor, sebuah platform web interaktif yang dikembangkan dengan konsep gamifikasi.

Baca Juga: KRL Bogor Bertambah 13 Perjalanan Mulai Hari Ini, Rangkaian Tanjung Priok Ikut Dikerahkan

Inovasi ini digagas oleh Ihza Fauzan Hamizan bersama Zahirah Firdaus, anggota tim dari Sekolah Cendekia BAZNAS.

SaBo dirancang untuk membuat pengalaman mengenal Bogor terasa seperti sebuah petualangan.

Pengguna tidak hanya membaca informasi, tetapi diajak menjelajahi berbagai cerita lokal melalui permainan, misi, peta interaktif, hingga koneksi langsung dengan kreator dan pelaku usaha lokal.

Ketika Belajar Budaya Terasa Membosankan

Ide SaBo berangkat dari persoalan yang cukup dekat dengan generasi muda.

Pembelajaran mengenai sejarah dan budaya lokal terkadang, masih disampaikan dengan cara yang dianggap monoton.

Akibatnya, ketertarikan pelajar untuk menggali cerita di balik berbagai tempat bersejarah di daerahnya belum selalu maksimal.

Persoalan lain muncul dari sisi ekonomi kreatif.

Seniman, fotografer, pengrajin, dan kreator lokal memiliki karya yang menarik, tetapi belum semuanya memiliki ruang digital terpusat untuk memperkenalkan karya sekaligus menjangkau calon pembeli.

Sementara itu, wisatawan yang datang ke Bogor sering kali hanya mengunjungi sejumlah landmark populer tanpa mengetahui cerita sejarah atau nilai budaya yang ada di balik tempat tersebut.

SaBo mencoba mempertemukan berbagai persoalan itu dalam satu platform.

Tugu Kujang hingga Istana Bogor Jadi Arena Misi

Salah satu fitur utama SaBo adalah Gamified Interactive Map.

Melalui fitur ini, berbagai ikon Kota Bogor seperti Tugu Kujang, Istana Bogor, dan Museum PETA ditampilkan dalam peta interaktif yang terhubung dengan koordinat nyata melalui Google Maps API.

Baca Juga: Perbandingan Lengkap Varian All New Honda Vario 160 Evo: CBS, CBS Nitro, dan ABS

Pengguna dapat mengikuti misi seperti menjawab trivia sejarah maupun permainan tebak kuliner khas Bogor.

Setiap misi yang berhasil diselesaikan akan menghasilkan poin pengalaman atau XP.

Konsep tersebut membuat proses mengenal sejarah dan budaya tidak berhenti pada membaca informasi, tetapi berkembang menjadi sebuah permainan yang mendorong pengguna untuk terus mengeksplorasi.

Bagi pengguna yang ingin mengunjungi lokasi secara langsung, tersedia pula tombol “Rute Nyata” yang dapat digunakan untuk membantu navigasi menuju destinasi.

Dengan cara ini, dunia digital dan pengalaman wisata fisik dibuat saling terhubung.

Kreator Lokal Mendapat Panggung Digital

SaBo juga tidak hanya berbicara tentang sejarah.

Platform ini menyediakan Creator Showcase & Direct Connection, sebuah ruang yang dirancang untuk memperkenalkan karya kreator lokal kepada pengguna.

Ikon interaktif dapat mengarahkan pengguna langsung menuju portofolio, media sosial, maupun toko daring resmi milik kreator.

Baca Juga: Jadwal Pencairan PIP September 2026: Cek Tanggal Penarikan Dana dan Status SK SiPintar

Koneksi tersebut memungkinkan masyarakat menemukan karya seniman, fotografer, pengrajin, hingga pelaku ekonomi kreatif lainnya tanpa harus melewati proses yang panjang.

Dengan pendekatan ini, SaBo tidak hanya menjadi media edukasi budaya, tetapi juga berpotensi menjadi jembatan antara kreator lokal dengan pasar yang lebih luas.

Belajar Sejarah dari Sumber Digital

Untuk pengguna yang ingin menggali informasi lebih dalam, SaBo menghadirkan Deep Heritage Learning Center.

Fitur tersebut memanfaatkan tautan langsung menuju Google Arts & Culture untuk membantu pengguna mengakses informasi dan arsip mengenai warisan budaya.

Sejumlah topik seperti sejarah Kebun Raya dan Batik Bogor dapat dipelajari lebih jauh melalui sumber digital yang tersedia.

Pendekatan tersebut juga membuat aplikasi tidak perlu menyimpan seluruh arsip dalam sistemnya.

Pengguna cukup diarahkan menuju sumber informasi yang relevan ketika ingin memperdalam pengetahuan.

Mau Kulineran di Bogor? SaBo Punya Rekomendasi

Pengalaman menjelajahi Bogor kemudian dilengkapi dengan Smart Local Tourism Planner.

Fitur ini mengintegrasikan informasi wisata secara digital untuk membantu pengguna menemukan tempat makan, akomodasi, hingga berbagai kebutuhan perjalanan.

Kuliner khas seperti Doclang dan Soto Bogor dapat menjadi bagian dari rekomendasi yang ditampilkan kepada pengguna, lengkap dengan informasi seperti ulasan dan perkiraan harga.

Dengan begitu, SaBo mencoba membawa pengguna melewati pengalaman yang lebih lengkap yakni mengenal sejarah, menemukan destinasi, mencicipi kuliner khas, sekaligus berinteraksi dengan karya kreator lokal.

Dari Tugas Pelajar Menuju Potensi Ekosistem Wisata

Konsep yang dibangun SaBo menunjukkan bahwa teknologi dapat digunakan bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk menjaga kedekatan generasi muda dengan identitas daerah.

Gamifikasi menjadi pintu masuk agar sejarah dan budaya terasa lebih menyenangkan.

Peta digital membantu pengguna menemukan lokasi.

Baca Juga: Pecinta Horor Siap-Siap! Resident Evil Survival Experience Hadir di Jakarta September Ini

Kreator lokal memperoleh ruang promosi, sementara wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih informatif ketika menjelajahi Bogor.

Dalam pengembangan berikutnya, SaBo diproyeksikan dapat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Bogor untuk mendukung pembelajaran muatan lokal.

Para pengembang juga memiliki rencana membawa teknologi ini ke tahap berikutnya melalui pemanfaatan Web3 dan NFT, tentunya dengan mempertimbangkan kesiapan teknologi serta regulasi yang berlaku.

Jika dikembangkan secara berkelanjutan, SaBo berpotensi menjadi lebih dari sekadar aplikasi permainan.

Platform ini dapat berkembang menjadi ekosistem digital yang mempertemukan pendidikan, sejarah, pariwisata, kuliner, dan ekonomi kreatif lokal dalam satu pengalaman.

Pada akhirnya, Saba Bogor membawa pesan sederhana yaitu mengenal kota sendiri tidak harus membosankan.

Dengan teknologi yang tepat, cerita lama tentang Bogor bisa dikemas menjadi petualangan baru yang lebih dekat dengan generasi muda. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
SaBo bogor Sekolah Cendekia Baznas