Baru 48 Persen ODHIV di Kota Bogor Capai Viral Load Tersupresi, Dinkes Perkuat Pendampingan

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 18:07 WIB
Kepala Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena menyampaikan soal kasus ISPA di Kota Bogor. (Foto: Fauzan/Radar Bogor)
Kepala Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena menyampaikan soal kasus ISPA di Kota Bogor. (Foto: Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor terus memperkuat layanan dan pendampingan bagi Orang dengan HIV (ODHIV). Upaya tersebut dilakukan menyusul capaian viral load tersupresi yang hingga Juli 2026 baru mencapai 48 persen.

Kepala Dinkes Kota Bogor Erna Nuraena mengatakan, pendampingan diperlukan untuk membantu ODHIV menjalani pengobatan secara konsisten. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan terapi sekaligus meningkatkan capaian pengobatan.

Berdasarkan data Dinkes hingga Juli 2026, tercatat 3.040 ODHIV yang ditemukan dan masih hidup di Kota Bogor. Jumlah tersebut setara dengan 67 persen dari estimasi ODHIV di wilayah tersebut.

Baca Juga: Persib Raih Hasil Positif, Eliano Reijnders: Kami Bisa Terus Tampil Baik

Dari jumlah itu, sebanyak 2.544 orang atau 84 persen telah mendapatkan perawatan dan menjalani terapi antiretroviral (ART). Namun, ODHIV yang berhasil mencapai viral load tersupresi baru sebanyak 1.226 orang atau 48 persen.

Angka tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara jumlah ODHIV yang telah menjalani pengobatan dengan mereka yang mencapai viral load tersupresi. Karena itu, Dinkes terus mendorong kepatuhan terhadap terapi serta memperkuat pendampingan pasien.

Dari sisi akses layanan, seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kota Bogor saat ini telah dapat menyediakan layanan tes dan diagnosis HIV. Sementara layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) tersedia di seluruh puskesmas, sembilan rumah sakit, serta tujuh klinik.

Baca Juga: Warga Bogor Wajib Tahu, Starter Mobil Berat dan Aki Cepat Habis Ternyata Bisa karena Komponen Ini

Perluasan layanan tersebut ditujukan agar masyarakat, khususnya ODHIV, semakin mudah mendapatkan akses pemeriksaan maupun pengobatan.

“Dengan semakin luasnya ketersediaan layanan HIV, masyarakat diharapkan tidak ragu melakukan tes HIV dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia,” ujar Erna.

Penguatan layanan HIV juga menjadi bagian dari strategi Kota Bogor dalam mengejar target Triple 95.

Target tersebut mencakup 95 persen orang dengan HIV mengetahui statusnya, 95 persen dari mereka yang mengetahui status mendapatkan pengobatan ART, serta 95 persen pasien yang menjalani ART mencapai viral load tersupresi.

Baca Juga: Bukan Sekadar Modal, LAZ Rabbani Beri Motivasi Usaha untuk 10 Penerima PEU KUA Dramaga

Meski layanan terus diperkuat, kasus baru masih ditemukan. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Dinkes Kota Bogor mencatat 255 kasus HIV baru dan 83 kasus AIDS.

Erna menegaskan, penanganan HIV tidak cukup hanya dengan memberikan obat. Edukasi, pendampingan, kepatuhan menjalani terapi, serta upaya mengurangi stigma dan diskriminasi juga menjadi bagian penting agar pengobatan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Untuk itu, Dinkes mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan, komunitas, keluarga, institusi pendidikan, hingga unsur masyarakat lainnya.

Baca Juga: Warga Bogor, Motor Yamaha Tenere 700 World Raid 2026 Masuk Indonesia

“Penanggulangan HIV merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan dukungan seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan yang bebas stigma dan diskriminasi,” pungkas Erna.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
ODHIV bogor dinkes