Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kuliner Legendaris! Es Krim Woody, Nostalgia Masa Kecil yang Tetap Bertahan di Era Saat Ini

Yosep Awaludin • Rabu, 3 September 2025 | 17:40 WIB
Es Krim Woody, salah satu kuliner legendaris di Kota Depok.
Es Krim Woody, salah satu kuliner legendaris di Kota Depok.

RADAR BOGOR - Es krim selalu menjadi salah satu makanan favorit berbagai kalangan. Salah satu merek es krim yang sangat melekat diingatan warga Depok dan sekitarnya adalah Es Krim Woody.

Es Krim Woody ini bukan hanya tentang rasa yang manis dan segar, tetapi juga kenangan yang mengingatkan kita pada masa lalu.

Es Krim Woody yang sudah ada sejak Tahun 1980-an dan hingga kini masih tetap ada, meskipun dalam bentuk yang berbeda.

Dulu, Woody sangat populer dengan penjual keliling yang membawa kotak pendingin di sepeda. Suara khas ketukan es krim dari kejauhan seolah menjadi alarm kebahagiaan bagi anak-anak.

Setiap kali mendengar bunyi itu, mereka langsung berlarian keluar rumah dengan uang receh di tangan.

Kini, pemandangan itu sudah tidak dapat ditemukan lagi, namun Woody masih bertahan di tengah perubahan zaman tersebut.

Salah satu daya tarik Es Krim Woody adalah konsistensi rasa yang tidak banyak berubah. Rasa klasik seperti vanilla, cokelat, stroberi, hingga varian unik seperti rasa duren dan susu kelapa, membuatnya selalu punya tempat di hati penggemarnya.

Dengan harga mulai dari Rp9.000 hingga Rp11.000, Es Krim Woody tetap menjadi pilihan jajanan yang selalu dicari ketika ingin merasakan nostalgia.

Pabrik Es Krim Woody yang terletak di Jalan Raya Bogor No. 13, Sukamaju, Cilodong, Depok masih beroperasi hingga saat ini.

Namun, suasananya sudah sangat berbeda dengan masa lalu. Dahulu ada area taman bermain dan tempat makan yang ramai dikunjungi keluarga, kini area itu sudah ditutup dari 5 tahun yang lalu dan hanya tersisa pabrik sederhana yang tampak sunyi dari luar.

Meskipun begitu, Es Krim Woody tetap setia melayani pelanggan. Caranya cukup unik, pembeli harus mendatangi pabriknya dan membeli langsung dari balik pagar. Ada celah kecil di pagar yang digunakan untuk bertransaksi.

Tiga varian utama yang kini tersedia adalah Vita Fruit, VM, dan Cup. Masing-masing punya keistimewaan tersendiri, baik dari segi tekstur maupun cita rasa.

Rasa es krim Woody berbeda dengan produk sejenis di pasaran saat ini karena punya sensasi jadul yang khas.

Bagi generasi 90-an, Woody adalah bagian dari cerita masa kecil yang penuh warna. Ada yang mengenang orang tua mereka yang selalu membawa pulang Woody sepulang kerja.

Ada pula yang bercerita bahwa selalu membeli ketika melihat penjual eskrim Woody yang menggunakan sepeda keliling. Cerita itulah yang membuat Woody tetap melekat di hati banyak orang.

Kini, Woody lebih banyak dikenal lewat media sosial. Banyak orang yang membuat konten makanan nostalgia dengan menampilkan es krim legendaris ini.

Video dan foto seputar Woody sering viral, menandakan betapa besar ikatan emosional masyarakat terhadap produk ini.

Kehadirannya di dunia maya membuktikan bahwa Woody masih relevan, meski zaman sudah sangat berubah.

Tidak sedikit yang merasa haru saat kembali mencicipi Woody. Rasa jadul yang khas seolah membawa mereka mengenang masa kecil.

Bahkan, beberapa komentar netizen menyebutkan bahwa setiap gigitan Woody membuat mereka teringat momen bersama orang-orang terkasih yang kini mungkin sudah tiada.

Di balik sederhananya, Woody memberi pelajaran bahwa sebuah kuliner bisa bertahan bukan hanya karena rasa, tetapi juga karena makna yang dikandungnya.

Es Krim Woody ini menjadi saksi perjalanan waktu, dari era penjual keliling, taman bermain yang ramai, hingga kini hanya tersisa transaksi sederhana dari balik pagar.

Mungkin Woody sudah tidak lagi semeriah dulu, tetapi justru itu yang membuatnya semakin bernilai. Es krim ini adalah simbol dari kenangan yang tidak pernah hilang.

Setiap orang yang pernah merasakannya pasti punya cerita tersendiri, dan cerita-cerita itulah yang membuat Woody tetap hidup hingga sekarang.

Pada akhirnya, Es Krim Woody bukan sekadar kuliner manis yang menyegarkan, melainkan sebuah warisan nostalgia. Ia hadir sebagai pengingat bahwa masa kecil yang sederhana bisa begitu bermakna.

Bagi warga Depok maupun siapa saja yang ingin bernostalgia, Woody adalah perjalanan rasa sekaligus memori yang tak tergantikan. (***)

penulis : Muhammad Zaidan Rizky / Universitas BSI Depok
Sumber : Instagram @mbulsky_food

Editor : Yosep Awaludin
#makanan favorit #depok #Es Krim Woody