Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Legitnya Kue Balok Jembatan Merah Bogor Jadi Kuliner Legendaris Sejak 1952 Cocok Buat Temen Ngeteh atau Ngopi Best

Maulidia • Senin, 6 April 2026 | 09:29 WIB
Potret Kuliner Balok Jembatan Merah Bogor Legendaris
Potret Kuliner Balok Jembatan Merah Bogor Legendaris

 

RADAR BOGOR - Kue balok legendaris di kawasan Jembatan Merah Bogor masih menjadi primadona kuliner Bogor yang diburu warga di pagi hari hingga kini.

Meski tergolong jajanan sederhana, kue balok jembatan Merah Bogor telah eksis sejak tahun 1952 dan tetap mempertahankan cita rasa khasnya.

Berlokasi di depan deretan ruko sekitar Jembatan Merah, penjual kue balok mulai membuka lapak sejak pagi hari untuk melayani pembeli yang datang lebih awal.

Baca Juga: Kemensos Percepat Pencairan Bansos Tahap 2, Nama Penerima PKH dan BPNT Sudah Bisa Dicek Segera, Berikut Caranya

Tak sedikit pelanggan yang sengaja datang usai berolahraga hanya untuk mencicipi kue balok hangat yang baru matang.

Dengan harga yang sangat terjangkau, yakni sekitar Rp2.500 per buah, kue balok khas Bogor ini tersedia dalam varian original.

Proses pembuatannya pun masih tradisional, yakni dibuat langsung saat ada pesanan sehingga selalu disajikan dalam kondisi hangat.

Baca Juga: Guru Sertifikasi dan Non-Sertifikasi Wajib Simak, Ada Deadline Penting 13 April, Jangan Sampai Ketinggalan

Teksturnya yang kenyal dengan rasa manis sederhana menjadikan kue balok jembatan merah Bogor ini cocok dinikmati bersama secangkir kopi atau susu di pagi hari. Hal inilah yang membuat jajanan ini tetap diminati lintas generasi.

Dalam satu hari, penjual mampu menghabiskan lebih dari 100 buah kue balok. Bahkan, tak jarang dagangan sudah ludes sebelum menjelang siang.

Kondisi ini membuat pembeli yang datang terlambat harus rela gigit jari karena kehabisan.

Kue balok Jembatan Merah menjadi bukti kuliner Bogor tradisional dengan cita rasa autentik masih memiliki tempat di hati masyarakat meski telah bertahan selama puluhan tahun.

Baca Juga: Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Dirancang Khusus untuk Anak-Anak Keluarga Prasejahtera

Asal-usul Kue Balok Khas Tanah Pasundan

Mari menelusuri asal-usul Kue Balok, kudapan khas Jawa Barat yang ternyata memiliki jejak sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda.

Kue dengan bentuk yang sekilas menyerupai pukis ini diyakini sudah ada sejak akhir abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1899.

 Pada masa itu, kawasan Jalan Braga di Bandung mulai dipenuhi toko roti bergaya Eropa yang melayani kebutuhan masyarakat Belanda yang tinggal di sana.

Baca Juga: Kemensos Salurkan Bantuan Rp54,57 Miliar untuk Korban Bencana Alam di Beberapa Daerah Ini

Memasuki era 1920-an, terjadi proses akulturasi budaya yang cukup kuat, termasuk dalam dunia kuliner. Berbagai kue tradisional lokal mulai terinspirasi dari resep dan teknik pembuatan kue khas Belanda.

 Hal ini tidak terlepas dari banyaknya keluarga Eropa yang menetap di Bandung dan membawa kebiasaan mengonsumsi roti serta kudapan manis sebagai pendamping teh atau kopi.

Dari percampuran budaya inilah Kue Balok kemudian lahir dan berkembang. Masyarakat lokal mulai mengadaptasi gaya konsumsi tersebut, sekaligus menyesuaikannya dengan bahan dan selera setempat.

Baca Juga: Lenirra Villa and Resto: Staycation Impian di Kaki Gunung Salak untuk Warga Bogor yang Mau Glamping Mewah Anti Macet

Hasilnya adalah kudapan dengan tekstur padat, rasa manis yang khas, dan tampilan sederhana namun menggugah selera.

Hingga kini, Kue Balok tetap menjadi favorit masyarakat, baik warga lokal maupun pendatang, dan menjadi salah satu bukti nyata bagaimana perpaduan budaya dapat melahirkan kuliner yang bertahan lintas generasi.

Buat kamu yang mau coba sarapan sekaligus mencicipi kue balok jembatan merah Bogor ini lokasinya berada di Jalan Mantarena No.3, RT 07/RW 03, Kelurahan Panaragan, Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor.***

Editor : Maulidia
#kue balok jembatan merah bogor #bogor #kuliner bogor