RADAR BOGOR - Nama Durian Matahari mungkin sudah tidak asing bagi sebagian pencinta buah lokal.
Berasal dari Bogor, Jawa Barat, varietas ini ternyata telah cukup lama menjadi bagian dari kekayaan durian Indonesia.
Berdasarkan informasi dari laman Kementerian Pertanian, Durian Matahari telah didaftarkan sejak 1995.
Baca Juga: Mau Lanjut Penuh Waktu? Ini 7 Kebijakan PPPK Paruh Waktu yang Harus Dipahami
Meski sudah puluhan tahun dikenal, varietas ini masih memiliki sejumlah karakter yang membuatnya menarik untuk dikembangkan, baik untuk konsumsi segar maupun kebutuhan industri.
Daging Kuning dengan Rasa Manis Legit
Saat buah Durian Matahari dibelah, warna kuning pada daging buah menjadi salah satu ciri yang cukup mudah dikenali.
Tidak hanya menawarkan tampilan yang menarik, daging buahnya juga memiliki cita rasa manis dan legit.
Teksturnya padat serta pulen dengan serat yang relatif sedikit, sehingga memberikan sensasi yang nyaman ketika disantap.
Bobot buahnya berada di kisaran 2-4 kilogram.
Ukuran tersebut membuat Durian Matahari cukup menarik bagi konsumen yang menyukai buah berukuran sedang hingga besar.
Sementara itu, bagian buah yang dapat dimakan atau edible portion berada di kisaran 36-42 persen.
Artinya, cukup banyak bagian dari buah yang bisa dinikmati sebagai daging durian.
Produksinya Bisa Sedang hingga Tinggi
Bukan hanya karakter buah yang menjadi pertimbangan.
Bagi pekebun, produktivitas tentu menjadi salah satu faktor penting sebelum memilih varietas untuk dibudidayakan.
Durian Matahari memiliki tingkat produksi yang berada pada kategori sedang hingga tinggi.
Baca Juga: Punya Tape Singkong di Rumah? Coba Resep Bolu Lembut dan Legit Ini
Karakter tersebut menjadi nilai tambah karena produktivitas tanaman berkaitan erat dengan peluang pengembangan secara komersial.
Selain itu, varietas ini juga memiliki sifat toleran terhadap penyakit.
Karakter tersebut menjadi salah satu keunggulan yang menarik bagi pekebun karena kesehatan tanaman merupakan faktor penting dalam menjaga keberlangsungan produksi.
Bukan Cuma Enak Dimakan Langsung
Keunggulan Durian Matahari tidak berhenti pada konsumsi buah segar.
Varietas asal Bogor ini juga dinilai sesuai untuk industri pengolahan.
Karakter daging yang padat dan pulen membuatnya berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan berbagai produk olahan berbasis durian.
Hal ini membuka peluang pemanfaatan buah tidak hanya untuk pasar konsumsi langsung, tetapi juga untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah.
Bagi industri, ketersediaan varietas yang memiliki karakter daging dan cita rasa yang sesuai tentu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan bahan baku.
Durian Bogor yang Punya Banyak Keunggulan
Durian Matahari menjadi salah satu contoh bahwa varietas lokal yang telah lama dikenal masih memiliki potensi untuk dikembangkan di tengah semakin beragamnya pilihan durian.
Baca Juga: 88 Seoul Bandung, Korean Dining Set Halal dengan Konsep Satu Tray Lengkap
Dengan bobot buah 2-4 kilogram, daging berwarna kuning, rasa manis legit, tekstur padat dan pulen, porsi edible mencapai 36-42 persen, serta toleran terhadap penyakit, Durian Matahari memiliki sejumlah karakter yang menarik.
Ditambah potensinya untuk industri olahan, durian asal Bogor ini bukan hanya menarik bagi penikmat buah segar.
Bagi pekebun dan pelaku usaha, Durian Matahari juga menawarkan peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari rantai usaha berbasis komoditas durian lokal Indonesia. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti