Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Rumah Budaya HMA Megamendung Bogor Hadirkan Kolaborasi Musik Jazz dengan Musik Etnik Pasundan

Septi Nulawam Harahap • Selasa, 19 November 2024 | 21:52 WIB
Musik Jazz dengan musik etnik Pasundan mampu dikolaborasikan secara apik.
Musik Jazz dengan musik etnik Pasundan mampu dikolaborasikan secara apik.

RADAR BOGOR - Musik Jazz dengan musik etnik Pasundan berhasil dikolaborasikan Halimah Munawir, Harry Toledo dan Jajang Bojay.

Kolaborasi itu ditampilkan dalam pagelaran musik yang digelar di Rumah Budaya HMA di Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Harry Toledo dan Band The Turbulence of Soul, berhasil menghibur dengan lagu bergenre jazznya yang diiringi grup musik etnik Sajiwa yang digawangi oleh Jajang Bojay.

Para penonton dari Jakarta maupun Puncak, Kabupaten Bogor menikmati pagelaran musik yang digelar, Sabtu (16/11) lalu.

Meski baru bertemu dan tanpa latihan, langsung terjalin harmonisasi di antara mereka dengan membawakan lagu seperti The Magic of Moonlight dari Brian Bromberg, Cintaku dari Chrisye, Dia dari Harvey Malaiholo dan lagu lainnya.

"Mengkolaborasikan dua genre musik apapun itu sulit, tapi kunci keberhasilan kolaborasi musik jazz dan etnik Pasundan ini adalah main dengan niat dan hati yang tulus," kata Harry Toledo kepada wartawan.

Presiden Indonesia Bass Family (IBF) itu menjelaskan, dua genre tersebut sebenarnya sulit disatukan, namun tidak sulit jika dimainkan secara beriringan.

Bahkan, dengan mengkolaborasikan musik jazz dan lagu tradisional, dia dan band The Turbulence of Soul mendapatkan apresiasi luar biasa saat tampil di Negara Jepang.

"Kita boleh mendengarkan genre musik apa saja, tetapi jangan lupa dengan budaya Indonesia, seperti musik etnik Pasundan. Kemarin lalu, saat saya tampil di Jepang, saya membawakan lagu bubui bulan dengan genre jazz dan penonton disana sangat mengapresiasi," jelasnya.

Selanjutnya, Jajang Bojay menambahkan, bermain musik terutama etnik Pasundan itu diperlukan kejujuran, baik itu bisa maupun tidak bisa.

"Malam ini dan sebelumnya, grup Sajiwa Insyaallah selalu jujur dalam memainkan musik. Silahkan penonton menikmati pertunjukan malam ini yang dikomandoi Harry Toledo," tambah Jajang Bojay.

Kemudian, Halimah Munawir menuturkan, kolaborasi musik jazz dan etnik pasundan ini cukup mendapat apresiasi dari para penonton.

Dia pun berjanji akan mempertunjukkan kolaborasi musik serupa di masa yang akan datang.

Pemilik Rumah Budaya HMA ini pun menyampaikan cita - citanya mengkolaborasikan musik jazz dengan musik etnik pasundan, yaitu agar musik etnik pasundan akan mendapatkan tempat di hati penggemar musik.

"Semoga penggemar musik, terutama jazz jadi mengetahui dan menggemari musik etnik pasundan. Mereka otomatis akan ikut melestarikan kesenian dan kebudayaan sunda maupun Indonesia. Semoga ajang yang serupa dan lebih besar, yaitu Rumah Budaya Jazz Festival akan digelar Pada Tahun 2025 mendatang," tandas Halimah Munawir.(cok)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#musik #jazz #Pasundan #kabupaten bogor #etnik