Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tiba-Tiba Muncul Memar Tanpa Sebab di Tubuh, Ini 5 Penyakit Penyebabnya

Yosep Awaludin • Senin, 1 Juli 2024 | 09:24 WIB
Ilustrasi memar di tubuh
Ilustrasi memar di tubuh

RADAR BOGOR - Kerusakan pembuluh darah kapiler yang dekat permukaan kulit dapat terjadi saat bagian tubuh tertentu mengalami tekanan atau cedera. Bagian kulit akan berwarna biru keungu-unguan. Banyak orang mengenal ini sebagai memar.

Muncul memar setelah cedera tidak aneh. Namun, ada saat-saat ketika seseorang menemukan memar di tubuhnya tanpa sebab yang jelas.

Meskipun kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan akan sembuh dalam beberapa hari, Anda mungkin ingin tahu apa yang menyebabkannya. Nah, simak jawabannya di bawah ini!

Apa Saja Faktor-Faktor yang Bisa Menyebabkan Memar Tanpa Sebab?

Faktor seperti genetik, umur, dan jenis kelamin dapat menyebabkan memar muncul lebih cepat. Pembuluh darah menjadi lebih rapuh dan lebih mudah pecah seiring bertambahnya usia.

Menurut penelitian, perempuan memiliki kecenderungan alami untuk mengalami memar. Namun, selain faktor-faktor ini, ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan memar tanpa sebab, yaitu:

1. Penyakit yang melibatkan kelainan darah

Penyakit kelainan darah seperti hemofilia dan penyakit Von Willebrand, keduanya penyakit genetik, dapat memengaruhi kemampuan tubuh membekukan darah secara efektif.

Ketika darah sulit membeku, pengidap akan menderita pendarahan lebih lama dan lebih banyak dari biasanya, dan pendarahan ini akan terperangkap di bawah kulit, menyebabkan memar.

2. Kekurangan mineral dan vitamin

Kekurangan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk berfungsi dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit, salah satunya adalah memar tanpa sebab.

 

3. Diabetes

Ketika tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin dengan baik, itu disebut diabetes, yang merupakan kondisi jangka panjang.

Penyakit ini mungkin tidak menyebabkan memar secara langsung, tetapi ia dapat mempersingkat waktu penyembuhan luka, yang berarti memar tetap ada di tubuh lebih lama.

4. Penggunaan obat khusus

Pengobatan yang seseorang ambil juga dapat mempengaruhi tubuh mereka sehingga menyebabkan memar. Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAIDs), seperti ibuprofen dan naproxen, adalah contohnya.

Obat penipis darah, seperti aspirin dan warfarin, juga dapat menyebabkan memar karena mereka mencegah pendarahan atau penggumpalan darah setelah luka.

5. Penyakit yang berkaitan dengan hati dan ginjal

Hati memproduksi jenis protein tertentu yang dapat membantu pembekuan darah, yang merupakan salah satu tugasnya.

Jika Anda memiliki penyakit hati tertentu, seperti hepatitis, yang mempengaruhi fungsi organ Anda, Anda cenderung mengalami memar tiba-tiba. Sementara itu, ginjal membantu platelet darah mencegah pendarahan.

Pengidap dapat mengalami memar dengan cepat jika fungsi ginjal menurun dan fungsi platelet darah menurun. Kedua organ ini membutuhkan perawatan dokter yang lebih intensif.

Apa yang harus dilakukan jika muncul memar?

Jika memar di tubuh Anda muncul tanpa sebab yang jelas, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan melakukan perawatan ringan di rumah untuk menghilangkannya.

Mayoritas memar akan hilang dengan sendirinya. Agar penyembuhannya lebih cepat, Anda bisa melambatkan peredaran darah di daerah memar dengan menggunakan kompres dingin.

Selain itu, Anda dapat meletakkan bagian tubuh yang terkena memar lebih tinggi dari jantung untuk menghindari penumpukan darah. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#kulit #memar #darah