Kemensos Ungkap Penyebab Bansos Banyak yang Gagal Salur, Gus Ipul: Terus Diperbaiki
Asep Suhendar• Rabu, 25 Juni 2025 | 21:08 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan terkait masalah yang menyebabkan bansos gagal salur.
RADAR BOGOR - Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) oleh Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia belum tersalurkan sepenuhnya, karena per 25 Juni 2025 ini masih ada KPM yang belum menerima bantuan tersebut.
Kemensos sendiri melalui laman resminya menyampaikan bahwa per 24 Juni 2025 kemarin kurang lebih ada 768.381 KPM yang gagal salur karena kendala rekening.
Akan tetapi, Kemensos juga telah mengkonfirmasi bahwa dari 700 ribu lebih bansos gagal salur itu kini 405.232 KPM telah menerima bantuan memalui Bank Himbara masing-masing.
Hal itu selaras dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang lebih akrab disapa Gus Ipul.
“Minggu lalu kami sampaikan gagal salur dan proses Burekol, hasilnya hingga hari ini dari 768.381 yang gagal salur, sebanyak 405.232 KPM berhasil diproses salur. Sedangkan 363.149 KPM yang semua penyalurannya melalui Himbara, masih akan terus diperbaiki,” kata Gus Ipul, dikutip dari laman resmi Kemensos.
Penyebab Bansos Gagal Salur
Lebih lanjut, Gus Ipul juga menjelaskan bahwa gagal salur ini disebabkan oleh banyak hal. di antaranya adalah perubahan nama KPM atau ketidakcocokan administrasi yang tentunya perlu untuk diperbaiki.
Maka dari itu, perbaikan administrasi tersebut perlu berkoordinasi dengan banyak pihak sehingga memerlukan waktu yang tidak sebentar.
Gus Ipul mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya memperbaiki kendala yang ada dalam proses penyaluran ini. Hasilnya cukup positif, karena bertambahnya data Bansos yang berhasil disalurkan.
“Alhamdulillah ini terus diperbaiki, dan hasilnya ada tambahan berhasil salur dari yang sebelumnya gagal salur,” ujarnya.
Dengan demikian sudah jelas terkait masalah yang menyebabkan bansos mengalami gagal salur.
Kemensos tahun ini melakukan penebalan bansos mencapai Rp200 ribu pada periode Juni dan Juli. Sehingga KPM akan mendapat tambahan uang sebesar Rp400 ribu.
Jika ditotalkan dengan penebalan bansos yang diberikan, maka KPM yang mendapat sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akan menerima uang sebesar Rp1 juta.
Sebagaimana yang diuraikan oleh Gus Ipul, Menteri Sosial ini mengatakan bahwa sudah ada 14 juta KPM yang menerima bantuan sembako tersebut.
“Jadi kalau sekarang ini kita sudah lebih dari 14 juta (KPM) salur regular untuk BPNT atau sembako sebesar Rp600 ribu ditambah dengan penebalan bansos sebanyak Rp200 ribu per bulan selama dua bulan, Juni dan Juli, maka setiap KPM BPNT atau sembako menerima Rp1 juta,” papar mantan wakil Gubernur Jawa Timur tersebut.***