RADAR BOGOR - Meskipun status penyaluran bansos PKH periode Juli hingga September 2025 sudah diperbarui di aplikasi SIKS-NG, ada kabar tentang pencairan dana yang terjadi hari ini, yang perlu diluruskan informasinya.
Sebuah laporan menyebutkan adanya transaksi sebesar Rp750.000 di kartu KKS Bank BSI, yang diduga sebagai bansos PKH.
Jika melihat nominalnya, ini adalah jumlah bansos PKH untuk komponen anak usia dini (0-6 tahun).
Namun, perlu diketahui dana tersebut kemungkinan besar merupakan pencairan PKH tahap 2 yang terlambat, bukan tahap 3.
Pencairan PKH tahap 3 belum mungkin terjadi karena status di SIKS-NG masih dalam proses final closing dan belum sampai pada tahap Surat Perintah Membayar (SPM) atau Standing Instruction (SI).
Jadi, KPM diharapkan bersabar karena pencairan tahap 3 akan segera dimulai setelah proses administrasi ini selesai.
Pemerintah terus mendistribusikan Kartu KKS baru bagi KPM yang sebelumnya menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia. Proses ini dilakukan oleh empat bank penyalur, yaitu BSI, BRI, BNI, dan Mandiri.
Penting untuk diingat bahwa menerima KKS baru bukan jaminan saldo langsung terisi.
KPM diminta untuk tidak panik dan merusak kartu jika saldonya masih kosong. Dana akan segera disalurkan setelah semua proses administrasi selesai.
Selain itu, program bantuan sosial seperti PKH dan BPNT tidak bisa diberikan selamanya.
KPM yang masih produktif, khususnya yang berusia muda, diharapkan untuk tidak lagi bergantung pada bansos dan berupaya mandiri secara ekonomi.
Pemerintah mendorong KPM untuk memulai atau mengembangkan usaha agar dapat digraduasi dari program bansos.
Salah satu program yang bisa dimanfaatkan adalah Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE), yang menawarkan bantuan modal usaha hingga Rp5 juta.
Program ini menjadi jembatan bagi KPM bansos untuk mencapai kemandirian, terutama sebelum bantuan dihentikan jika hasil survei menunjukkan penerima sudah tidak lagi layak secara ekonomi.***
Editor : Rani Puspitasari Sinaga