RADAR BOGOR - Kisah pilu guru honorer kembali tercium setelah salah satunya dari Jawa Barat menangis saat bertemu dan rapat bersama Baleg DPR, di Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.
Guru honorer asal Jawa Barat itu, bernama Indah Permata Sari, yang mengajar di SDN Wanasari 01 Cibitung.
Dia bahkan menangis ketika menceritakan kisah hidupnya sebagai guru honorer di salah satu SDN di Jawa Barat itu.
Indah mengungkapkan dalam rapat bersama Baleg DPR, bahwa dirinya selalu menemui kendala saat memasukan data pendidikan atau dapodik.
"Sulitnya luar biasa untuk masuk data ke dapodik," ungkap dia.
Dia menjadi satu dari ratusan tenaga honorer yang belum masuk Dapodik akibat beberapa kendala tersebut.
Padahal menurut Indah, masa kerjanya sudah memenuhi syarat untuk bisa masuk ke dapodik.
Tidak masuk data ke dapodik itu, tentu mempersulit dirinya menerima informasi mengenai apapun perkembangan dunia pendidikan, khususnya masalah pendaftaran PPPK.
Dia mengaku sering tertinggal jika pendaftaran PPPK dibuka, akibat minim informasi.
Indah mengakui, ada pula informasi yang diterima dari dinas atau sekolah. Namun kata dia, informasi itu tidak lengkap atau menyeluruh.
Juga, ada beberapa test PPPK yang mengharuskan pesertanya sudah masuk dalam data dapodik. Tentunya ini tidak bakal bisa diikuti Indah yang tidak bisa masuk dalam data tersebut.
Dia pun sedih dengan kendala-kendala teknis tersebut. Indah juga mengaku, kondisi ini bukan hanya dialaminya sendiri. Tapi ada guru-guru dan juga tenaga pendidik lain.
Tangisnya pun tumpah saat dirinya menceritakan, bahwa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Indah harus antar jemput laundt sepulang mengajar.
Tidak banyak berkata lagi, Indah hanya berharap agar pemerintah mempermudah para guru honorer untuk menjadi PPPK dengan kelayakan kesejahteraan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga