Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bolehkah Niat Puasa Ramadhan Sekaligus Sebulan? Ustadz Abdul Somad Jelaskan Pandangan Mazhab Maliki

Khairunnisa RB • Rabu, 18 Februari 2026 | 12:32 WIB
Ilustrasi orang berdoa niat puasa Ramadhan sebulan
Ilustrasi orang berdoa niat puasa Ramadhan sebulan

RADAR BOGOR - Menjelang Ramadhan tahun ini, kembali muncul pertanyaan klasik di tengah umat Islam: apakah boleh niat puasa satu bulan penuh sekaligus di malam pertama Ramadhan?

Pertanyaan ini dijawab secara lugas dalam sebuah ceramah oleh Abdul Somad.

Dalam penjelasannya, ia mengangkat praktik yang dikenal dalam mazhab Maliki terkait niat puasa Ramadhan.

UAS menjelaskan dalam mazhab Maliki, niat puasa Ramadhan boleh dilakukan sekali di malam pertama untuk satu bulan penuh.

Dasar Mazhab Maliki

Menurut pendapat mazhab yang dinisbatkan kepada Imam Malik, puasa Ramadhan dipandang sebagai satu kesatuan ibadah selama sebulan.

Karena itu, niat pun dapat dilakukan secara menyeluruh di awal bulan.

Dalam ceramah tersebut, Ustadz Abdul Somad menegaskan bahwa pendapat ini memiliki dasar dari Al-Qur’an:

“Karena katanya dalilnya mana? Ayat Al-Qur’an. Syahru Ramadhan, sepaket.”

Frasa “Syahru Ramadhan” dipahami sebagai kewajiban puasa dalam satu rangkaian bulan penuh, sehingga secara fiqih memungkinkan niat dilakukan sekaligus.

Namun, dalam praktiknya, jika di tengah bulan seseorang terputus puasanya karena sakit, safar, atau uzur lain, maka ia perlu memperbarui niat ketika kembali berpuasa.

“Saya Tetap Berniat Tiap Malam” ujar Ustadz Abdul Somad.

Meski menjelaskan kebolehan tersebut, Ustadz Abdul Somad juga menyampaikan sikap pribadinya:

“Tapi saya tak pakai itu. Walaupun saya di kampung mazhab Maliki selama dua tahun, saya tetap berniat tiap malam.” lanjut UAS.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun memahami dan mengakui validitas pendapat mazhab Maliki, UAS tetap memilih berniat setiap malam sebagaimana praktik dalam mazhab Imam Syafi'i, yang mayoritas diikuti umat Islam Indonesia.

Dalam mazhab Syafi’i, setiap hari puasa Ramadhan dianggap sebagai ibadah yang berdiri sendiri, sehingga wajib diniatkan setiap malam sebelum fajar.

Mana yang Sebaiknya Dilakukan di Ramadhan Tahun Ini?

Memasuki Ramadhan tahun ini, para ulama menganjurkan sikap bijak dalam menyikapi perbedaan pendapat.

Kedua pandangan tersebut sah dalam ranah fiqih, selama mengikuti kaidah dan syarat yang telah ditetapkan.

Bagi yang mengikuti mazhab Maliki, niat satu kali di awal bulan diperbolehkan.

Namun bagi mayoritas masyarakat Indonesia yang bermazhab Syafi’i, berniat setiap malam tetap menjadi pilihan yang lebih hati-hati (ihtiyath).

Yang terpenting, sebagaimana pesan tersirat dalam ceramah tersebut, jangan sampai puasa dijalankan tanpa niat yang jelas. Sebab niat adalah ruh ibadah.

Ramadhan tahun ini bukan hanya soal teknis bacaan niat, tetapi tentang kesungguhan hati menyambut bulan suci.

Perbedaan mazhab adalah kekayaan khazanah Islam, bukan alasan untuk saling menyalahkan.

Semoga Ramadhan tahun ini menjadi momentum memperkuat ilmu, memperdalam pemahaman, dan menunaikan ibadah puasa dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.***

Editor : Eli Kustiyawati
#mazhab maliki #niat puasa #niat puasa satu bulan penuh #abdul somad #ramadhan